KRUENG MANE – Sejumlah warga di Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara, mengeluh kehilangan pendapatan total usai bencana banjir melanda daerah itu akhir tahun lalu. Mayoritas warga yang bergantung dari panen padi hanya bisa meratapi nasib usai sawahnya hancur akibat banjir dan tak kunjung mendapat bantuan perbaikan dari pemerintah.
“Sudah hampir 6 bulan tak turun ke sawah pasca bencana. Sawah hancur yang secara otomatis juga tidak ada pendapatan,” kata Munir, 41 tahun, warga Krueng Mane, Selasa 2 Juni 2026.
“Jadup dari pemerintah juga tak pernah diberikan,” ujar Munir lagi.
Subhan, 56 tahun, warga lainnya juga mengaku hal yang sama. Menurutnya, pasca area persawahan di Krueng Mane rusak akibat bencana, dirinya dan keluarga, kehilangan sumber pertanian.
“Jadi sekarang, secara otomatis, pendapatan tidak ada. Belum ada tanda tanda, kapan sawah kami diperbaiki. Jadup juga tidak dapat,” ujarnya.
Warga berharap Pemkab Aceh Utara tanggap ada penderitaan masyarakat di area bencana.
“Jangan hanya berkunjung saat kampanye saja. Tulis saja biar dibaca sama Ayahwa. Kalau tak mampu mundur saja dari bupati,” ujar Subhan.









