Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Petani Aceh Besar Terima Bantuan 2 Ton Pupuk Non-Subsidi

redaksi by redaksi
15/06/2026
in Lintas Timur
0
Petani Aceh Besar Terima Bantuan 2 Ton Pupuk Non-Subsidi

Jantho – Petani di Kabupaten Aceh Besar menerima bantuan pupuk nonsubsidi sebanyak 2 ton dalam kegiatan Rembuk Tani bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

Bantuan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) itu terdiri atas 1 ton pupuk Nitrea dan 1 ton pupuk Phonska Plus. Penyerahan dilakukan di hadapan sekitar 300 petani yang mengikuti kegiatan Rembuk Tani di Aceh Besar.

Pemerintah berharap bantuan pupuk non subsidi tersebut dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi di tengah upaya memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa pemerintah terus memastikan kebutuhan pupuk bagi petani terpenuhi dan distribusinya berjalan tepat waktu. “Stoknya kita ada 1 juta lebih. Perintah Presiden, pupuk tidak boleh terlambat,” kata Zulhas, Sabtu (13/6/2026).

Ia menjelaskan, hingga 12 Juni 2026, stok pupuk nasional tercatat mencapai 1,15 juta ton, yang terdiri atas 831.297 ton pupuk subsidi dan sisanya merupakan pupuk nonsubsidi.

Pemerintah juga telah menetapkan alokasi pupuk subsidi nasional tahun 2026 sebesar 9,8 juta ton, dengan rincian 9,55 juta ton untuk sektor pertanian dan sekitar 295 ribu ton untuk budidaya perikanan.

Sementara itu, hingga 11 Juni 2026, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan pupuk subsidi sebanyak 4.374.633 ton atau sekitar 44,4 persen dari total alokasi nasional. Dengan kapasitas produksi mencapai 14,8 juta ton per tahun, perusahaan dinilai mampu memenuhi kebutuhan pupuk di seluruh Indonesia.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Besar, alokasi pupuk subsidi tahun 2026 ditetapkan sebesar 22.472 ton. Dari jumlah tersebut, realisasi penyaluran hingga 11 Juni telah mencapai 9.361 ton atau sekitar 42 persen, dengan sisa stok pupuk di lapangan sebanyak 776 ton.

Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa dirinya mendapat tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pemantauan rutin ke berbagai daerah guna memastikan berbagai program strategis di sektor pangan berjalan dengan baik.

Pemantauan tersebut meliputi stabilitas harga gabah di tingkat petani, kelancaran distribusi pupuk, perkembangan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga pembangunan infrastruktur irigasi dan rehabilitasi sawah pascabencana.

“Saya memang setiap minggu diperintah Presiden keliling dan mengecek. Harga gabah tidak boleh jatuh, pupuk tidak boleh terlambat, irigasi harus berjalan, dan ketahanan pangan harus terjamin,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Zulhas juga mengajak para petani untuk memanfaatkan berbagai dukungan pemerintah, termasuk subsidi dan jaminan ketersediaan pupuk, guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Menurutnya, sektor pertanian saat ini memiliki prospek yang menjanjikan karena tingginya kebutuhan pasar terhadap berbagai komoditas pangan.

“Sekarang kalau punya lahan, tanam apa saja nanti laku. Tanam singkong laku, jagung laku, tebu laku, padi apalagi. Pertanian akan sangat menguntungkan. Momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya agar rakyat lebih sejahtera,” katanya.

Dukungan pupuk, kepastian stok, serta penguatan berbagai program pendukung pertanian diharapkan mampu meningkatkan semangat petani untuk terus berproduksi. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan sekaligus mempercepat tercapainya target swasembada pangan nasional.

Previous Post

Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

Next Post

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Abdya

Next Post
Gempa Dangkal di Bener Meriah Dipicu Sesar Aktif

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Abdya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

15/06/2026
Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

15/06/2026
Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

15/06/2026
Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

BPBD Siagakan Personel Hadapi Banjir Luapan di Aceh Barat

15/06/2026
Peneliti USK Gandeng Prof. Edward Aspinall Teliti Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Peneliti USK Gandeng Prof. Edward Aspinall Teliti Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

15/06/2026

Terpopuler

Petani Aceh Besar Terima Bantuan 2 Ton Pupuk Non-Subsidi

Petani Aceh Besar Terima Bantuan 2 Ton Pupuk Non-Subsidi

15/06/2026

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com