JANTHO – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar di halaman Kantor Camat Krueng Barona Jaya, Kamis (9/7/2026), disambut antusias masyarakat. Sejak pagi, warga mulai berdatangan untuk mendapatkan paket bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah tersebut merupakan kolaborasi Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Aceh, Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bank Indonesia, serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh Besar sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat.
Sejak pukul 09.00 WIB, warga telah memadati lokasi kegiatan. Mereka rela mengantre untuk memperoleh paket sembako bersubsidi yang dinilai sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga di tengah fluktuasi harga sejumlah komoditas pangan.
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang lebih ringan. Program ini juga menjadi salah satu ikhtiar pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat,” ujar Bupati yang akrab disapa Syech Muharram.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pangan Kabupaten Aceh Besar, Mukhlis, SP., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi melalui penyediaan bahan pangan bersubsidi.
“Selain membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, kegiatan ini juga bertujuan menjaga pasokan pangan tetap tersedia sehingga gejolak harga di pasaran dapat diminimalkan,” katanya.
Pada pelaksanaan kali ini, masyarakat dapat membeli satu paket bahan pangan bersubsidi seharga Rp215.000 yang terdiri atas beras premium 5 kilogram senilai Rp63.000, minyak goreng 2 liter Rp40.000, gula pasir 2 kilogram Rp32.000, telur ayam satu papan Rp40.000, bawang merah setengah kilogram Rp20.000, dan cabai merah setengah kilogram Rp20.000.
Mukhlis menambahkan seluruh komoditas tersebut telah mendapatkan subsidi sehingga harga jualnya berada di bawah harga pasar. Pemerintah juga memastikan stok yang tersedia mencukupi agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Sekretaris Camat Krueng Barona Jaya Cut Lisa Fitriani SSTP MSi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang kembali memilih wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
“Kami bersyukur program ini kembali hadir di Kecamatan Krueng Barona Jaya. Antusiasme masyarakat sangat tinggi karena manfaatnya benar-benar dirasakan. Kehadiran pasar pangan murah ini sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Salah seorang warga Gampong Gla Deyah, Nuraini, mengaku sengaja datang sejak pagi agar tidak kehabisan paket pangan bersubsidi. Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama bagi keluarga yang harus mengatur pengeluaran di tengah naik turunnya harga kebutuhan pokok.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya Gerakan Pangan Murah ini. Harga paketnya lebih murah dibandingkan di pasar, sehingga bisa menghemat pengeluaran keluarga. Kami berharap program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Nuraini.
Untuk mengikuti program tersebut, masyarakat diwajibkan membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai domisili sebagai syarat pembelian paket pangan.
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Krueng Barona Jaya merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar yang dilaksanakan di 10 kecamatan sepanjang Juli 2026. Program tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.










