Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Pemkab Aceh Tamiang Prioritaskan Normalisasi Sungai dan Pemulihan Pelayanan Publik

redaksi by redaksi
14/07/2026
in Lintas Timur
0
Pemkab Aceh Tamiang Prioritaskan Normalisasi Sungai dan Pemulihan Pelayanan Publik

Tamiang — Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang memprioritaskan normalisasi sungai di sejumlah titik rawan serta percepatan rehabilitasi gedung perkantoran pemerintah yang rusak akibat bencana. Langkah taktis ini didorong guna meminimalisasi risiko banjir susulan menjelang pergantian musim sekaligus memastikan pelayanan publik kepada masyarakat kembali berjalan optimal.

Urgensi penanganan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, MH, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Kantor Koramil 08/Rantau, Senin (13/7/26) siang. Rapat yang dipimpin oleh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah ini turut dihadiri unsur TNI, Polri, Kejaksaan Negeri, DPRK Aceh Tamiang, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK).

Dalam pengantarnya, Bupati Armia menyebutkan normalisasi sungai di kawasan rawan harus menjadi prioritas utama. Mengingat musim penghujan diperkirakan akan kembali melanda dalam beberapa bulan ke depan, dinas terkait diminta bergerak cepat di lapangan.

“Normalisasi sungai sangat penting untuk mengurangi risiko banjir sekaligus melindungi masyarakat dan menjaga aktivitas perekonomian agar tidak kembali terganggu akibat bencana,” ujar Bupati.

Selain mitigasi aliran sungai, fokus perhatian pemerintah daerah juga tertuju pada pemulihan sarana penunjang pemerintahan. Kerusakan pada sejumlah gedung perkantoran dinilai menghambat efektivitas birokrasi, sehingga pemulihan fisik bangunan menjadi kebutuhan yang mendesak.

“Pemulihan fasilitas pemerintahan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat. Semakin cepat proses rehabilitasi dilakukan, semakin cepat pula pelayanan dapat berjalan normal,” tegas Bupati Armia menguatkan.

Untuk merealisasikan target tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, tambah Bupati, terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Aceh serta seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Bumi Muda Sedia.

Merespons laporan tersebut, Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau kerap disapa Dek Fadh menyambut baik masukan dan poin taktis yang dipaparkan. Ia menggarisbawahi bahwa penanggulangan dampak bencana skala daerah membutuhkan kerja sama lintas sektoral yang solid dan tidak bisa bertumpu pada satu instansi saja.

Menurut Wagub Aceh tersebut, percepatan pemulihan pascabencana membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, TNI, Polri, Kejaksaan, DPRK, serta seluruh elemen terkait. Melalui kolaborasi tersebut, seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana diharapkan dapat berjalan tepat waktu sesuai target.

Akselerasi ini ditargetkan mampu memberikan dampak pemulihan yang nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang, baik dari aspek ketahanan infrastruktur, stabilitas pelayanan publik, hingga pemulihan roda perekonomian daerah.

Previous Post

Sekda Aceh Sambut Rencana Investasi Pabrik Metanol di Lhokseumawe

Next Post

Migas Blok Andaman, Sejumlah Korporasi Lirik Hilirisasi KEK Arun

Next Post
Migas Blok Andaman, Sejumlah Korporasi Lirik Hilirisasi KEK Arun

Migas Blok Andaman, Sejumlah Korporasi Lirik Hilirisasi KEK Arun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

Batas Kecamatan di Abdya Memanas, Enam Kali Mediasi Berujung Blank Spot Hukum

08/09/2026
Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

Ohku, Pengangguran Terus Bertambah Sejak Mualem-Dekfadh Pimpin Aceh

08/09/2026
Perkuat Kemitraan Global, FKIP USK Tanda Tangan IA dengan Tiga Universitas Luar Negeri

Perkuat Kemitraan Global, FKIP USK Tanda Tangan IA dengan Tiga Universitas Luar Negeri

08/09/2026
Krak, Paripurna Tetapkan RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR RI

Krak, Paripurna Tetapkan RUU Pemerintahan Aceh Jadi Usul Inisiatif DPR RI

08/09/2026
Kanwil Kemenag Aceh Pastikan OMI 2026 Lancar

Kanwil Kemenag Aceh Pastikan OMI 2026 Lancar

08/09/2026

Terpopuler

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

November, Garuda Spark Hadir di Banda Aceh

06/09/2026

Pemkab Aceh Tamiang Prioritaskan Normalisasi Sungai dan Pemulihan Pelayanan Publik

HIPMI dan Kapolres Abdya Sepakat Perkuat Iklim Usaha dan Investasi

Munawar Ibrahim Pimpin ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin: Bukan Underbow Pemerintah

Bandara Soetta Ditutup, Pendaratan 382 Jemaah Umrah Dialihkan ke Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com