BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Sulaiman, SE menerima laporan tergolong miris dari petugas medis yang ada di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin.
Dalam laporan tersebut terkesan tidak adanya dukungan secara anggaran untuk kinerja mereka alias merosotnya keuangan milik rumah sakit provinsi Aceh yang kini dijadikan sebagai rumah sakit rujukan utama penanganan pasien Covid-19 di bumi serambi Mekkah.
Dalam laporan yang ia terima kondisi keuangan Rumah Sakit tersebut saat ini mengalami pemerosotan, kemudian adanya anggaran yang harus dipangkas atau digeser Refocussing untuk penanganan Covid-19 di provinsi Aceh.
“Anggaran untuk petugas medis jaga malam baik dokter, perawat, penunjang sudah di pangkas, begitu laporan yang masuk ke saya. Nah kalau ini terjadi sungguh sangat menyayat hati para pahlawan kesehatan ditengah pandemi corona virus merebak di Aceh,” ujar Sulaiman Jumat malam, 24 April 2020.
Oleh sebab itu, kepada pihak manajemen RSUZA Sulaiman berharap adanya keterbukaan informasi terkait keuangan rumah sakit, sehingga tidak adanya tenaga medis yang menyayat hati mereka.
“Untuk kondisi saat ini, pemerintah sangat menuntut kinerja mereka untuk maksimal. Kemudian disisi lain, manajemen terkesan mengabaikan hak mereka, maka saya butuh penjelasan direktur rumah sakit terkait kondisi ‘kesehatan’ keuangan rumah sakit tersebut,” tambahnya.
Anggota Fraksi Partai Aceh itu mendesak dirut Rumah Sakit Zainoel Abidin jangan mengabaikan janji Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk para tenaga medis.
“Wajib di penuhi semua hak-hak para tenaga medis, apalagi Plt Gubernur Aceha sudah pernah berjanji memberikan insentif lebih kepada petugas medis guna mendukung kinerja merekan menghadapi pandemi Corona Virus di Aceh,” sambungnya.
Maka dari itu, Sulaiman berharap, meski adanya anggaran yang digeser untuk mendukung penanganan Covid-19, akan tetapi jangan ada satu ruapiah pun anggaran pendukung tenaga medis yang di pangkas.
“Jangan sampai nanti, jangankan memberi lebih insentif untuk tenaga medis, anggaran rutin saja yang sudah dialokasi untuk para tenaga medis akan digeser, jika ini terjadi Dirut Rumah Sakit wajib bertanggung jawab,” tegasnya.
Saat ini, banyak tenaga medis yang bekerja sambil menangis menangani pasien Covid-19, “Maka saya tegaskan, Dirut Rumah Sakit Zainoel Abidin jangan bermain api, jangan sampai gara-gara kebijakan anda, ada ratusan tenaga medis menyayat hati dan terzalimi,” tutupnya.[]










![[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-06-at-15.09.56-350x250.jpeg)
