Calang – Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya mencatat seluas 386 hektare lebih lahan persawahan masyarakat di daerah setempat mengalami kekeringan akibat kemarau panjang yang melanda Aceh.
“Untuk lahan sawah di Aceh Jaya yang sudah mulai kekeringan akibat kemarau sekitar 386 hektare,” kata Kepala Dinas Pertanian Aceh Jaya, Dailami, di Aceh Jaya, Rabu.
Dirinya menyampaikan, sawah yang mulai kekeringan di masa awal tanam dan olah tanah ini tersebar di empat kecamatan yakni Krueng Sabee, Setia Bakti, Darul Hikmah dan Sampoiniet.
“Untuk saat ini memang rata-rata sedang musim olah tanah, hanya satu titik yaitu Desa Sapek Kecamatan Setia Bakti yang sudah tanam dan mengalami kekeringan,” ujarnya.
Terkait hal ini, kata Dailami, pemerintah sudah mengambil sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak kekeringan tersebut salah satunya dengan memfungsikan pompa-pompa yang tersedia pada brigade pangan Aceh Jaya.
“Untuk saat ini setiap kecamatan ada brigade pangan dan setiap brigade pangan mempunyai empat pompa portabel, pompa itu nantinya diberikan untuk sawah yang mengalami kekeringan khususnya sawah sudah ditanam,” katanya.
Selain itu, pompa yang ada pada setiap kelompok tani di Aceh Jaya juga bakal difungsikan serta dapat dipinjam pakaikan oleh petani lainnya jika memiliki sumber air.
Kemudian, lanjut dia, tahun ini pemerintah Aceh Jaya juga mengalokasikan sumur bor atau irigasi perpompaan yang bersumber dari APBN di beberapa titik, tetapi masih dalam tahapan pengeboran.
“Kita berharap kepada seluruh petani agar lebih produktif dan proaktif serta kerjasama yang baik baik dengan dinas maupun dengan penyuluh dalam mengantisipasi kekeringan saat ini,” ujarnya.
Tak hanya itu, tambah Dailami, pihaknya tahun ini juga membangun irigasi perpipaan (IRPIP), hingga pembangunan Dam parit sawah.
“Kesemuanya merupakan langkah antisipasi yang sudah direncanakan dalam menghadapi kekeringan pada tahun ini,” demikian Dailami.










