PEMERINTAH Aceh mengalokasikan anggaran Rp1,7 triliun untuk penanganan Corona di provinsi paling ujung pulau sumatera. Nilai ini tentu tak sedikit dan peruntukannya harus benar-benar tepat sasaran.
Dari jumlah tadi, Pemerintah Aceh mengalokasikan 61 ribu paket sembako yang diperuntukan untuk warga miskin di seluruh Aceh. Beberapa kabupaten kota sudah menerimanya. Namun kita tak tahu, apakah paket tersebut benar-benar jatuh ke tangan yang tepat atau tidak.
Kemudian dari jumlah tadi, Pemerintah Aceh juga mengadakan 1 juta masker yang rencananya bakal dibagi-bagikan untuk seluruh warga di Aceh.
Selebihnya, peruntukan dana Rp1,7 triliun masih samar-samar serta belum ada penjelasan detail rincian kegunaannya.
Inilah yang menjadi tanda tanya besar dari seluruh masyarakat di Aceh. Masyarakat berharap alokasi dana yang besar ini benar-benar tepat sasaran sehingga bisa menopang ekonomi masyarakat selama wabah ini berlangsung.
Namun, dari penggunaan dana yang sudah direalisasi, seperti penggadaan 61 ribu paket sembako misalnya, masyarakat mulai mencium adanya dugaan penyimpangan yang terjadi. Terutama untuk pengadaan karung yang dinilai fantastis atau senilai hampir Rp1,2 miliar.
Dugaan ini harus diusut tuntas agar kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang sedang berjalan tak hilang.
Masyarakat mengandalkan DPR Aceh, sebagai wakilnya di parlemen Aceh, untuk bersuara terkait hal ini. Karena kezaliman terbesar itu adalah menumpuk kekayaan saat masyarakat susah seperti sekarang.
Jika hal terkecil seperti sekarang dibiarkan berlalu tanpa ada pemantauan dari DPR Aceh serta pihak terkait, maka pelanggaran-pelanggaran selanjutnya akan terus terjadi di Aceh.
Konon lagi, anggaran penanganan Covid-19 di Aceh mencapai Rp1,7 triliun. Jumlah dana yang besar ini tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat jika disalurkan sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Namun sebaliknya, jika diselewengkan, maka tentu akan berimbas tidak baik bagi Aceh di masa depan.
Derita yang dihadapi masyarakat saat ini harus benar-benar ditanggapi serius. Jangan ada yang bermain api di tengah pandemi Corona seperti sekarang.
Semua pihak juga harus bersatu dan benar-benar mencari solusi bagi masyarakat. Sehingga krisis yang sedang terjadi dilewati dengan baik. Kepentingan masyarakat juga harus berada di urutan pertama.[]










