BANDA ACEH – Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Aceh menerima audiensi Forum Komunikasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah (Forkom KDMPS) Aceh di Kantor BINDA Aceh. Pertemuan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antarpemangku kepentingan terkait pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan ketahanan wilayah di Provinsi Aceh.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BINDA Aceh, Brigjen TNI Andrie Pitriko Mulia, S.Kom., M.Kom., M.Han., serta dihadiri oleh Ketua Forum Komunikasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah (Forkom KDMPS) Aceh, Zulkarnain M. Isa, beserta para Ketua KDMPS Kabupaten/Kota se-Aceh.
Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai perkembangan pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah di Aceh, termasuk peluang, tantangan, serta langkah-langkah strategis yang diperlukan untuk memperkuat peran koperasi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat gampong dan kelurahan.
Dalam kesempatan tersebut, Kabinda Aceh Brigjen TNI Andrie Pitriko Mulia menyampaikan bahwa BINDA Aceh senantiasa mencermati berbagai dinamika dan perkembangan strategis di daerah, termasuk program-program yang berkaitan dengan penguatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung stabilitas sosial, ketahanan wilayah, dan keberlangsungan pembangunan daerah.
Kabinda Aceh menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi yang efektif antara pemerintah, lembaga masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan elemen penting dalam mengantisipasi berbagai potensi hambatan yang dapat memengaruhi keberhasilan program pembangunan di daerah.
“Penguatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ketahanan wilayah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi yang baik antar seluruh pemangku kepentingan agar berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” ujar Brigjen TNI Andrie Pitriko Mulia.
Dalam pertemuan tersebut, Forkom KDMPS Aceh menyampaikan perkembangan pembentukan dan kesiapan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah di berbagai wilayah Aceh. Selain itu, disampaikan pula berbagai informasi terkait kebutuhan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, akses kemitraan, serta pengembangan jaringan usaha guna mendukung keberlangsungan koperasi di tingkat gampong dan kelurahan.
BINDA Aceh memandang bahwa keberadaan koperasi yang dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Dalam perspektif ketahanan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat memiliki keterkaitan erat dengan terjaganya stabilitas sosial, keamanan, dan kondusivitas wilayah.
Selain itu, BINDA Aceh menekankan pentingnya membangun tata kelola organisasi yang baik, mengedepankan prinsip kehati-hatian, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor guna memastikan bahwa berbagai program pemberdayaan ekonomi dapat memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Forkom KDMPS Aceh, Zulkarnain M. Isa, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan BINDA Aceh untuk berdialog dan bertukar informasi terkait perkembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Syariah di Aceh.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai lembaga strategis merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pengembangan koperasi desa dan kelurahan, sekaligus mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh BINDA Aceh. Forkom KDMPS Aceh berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dan komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pengembangan koperasi desa dan kelurahan berbasis syariah di Aceh,” kata Zulkarnain M. Isa.
Audiensi tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan koordinasi antar lembaga dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat, menjaga stabilitas daerah, serta mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di Provinsi Aceh.










