Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

redaksi by redaksi
14/08/2026
in Lintas Timur
0
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

BIREUEN — Menjelang peringatan 21 tahun perdamaian Aceh yang ditandai dengan penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Bireuen, Khairul Amri, S.H., CPM, meminta Pemerintah Pusat tidak mengabaikan berbagai komitmen dan kesepakatan yang telah menjadi bagian penting dari proses perdamaian Aceh.

Khairul Amri menilai momentum 15 Agustus seharusnya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi menjadi kesempatan bagi Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi sejauh mana semangat dan substansi perdamaian Aceh telah diwujudkan dalam kebijakan nyata.

“MoU Helsinki bukan sekadar dokumen sejarah yang kita peringati setiap tahun. Ini adalah tonggak penting perdamaian Aceh yang harus dihormati dan dijaga bersama. Pemerintah Pusat harus menunjukkan komitmen nyata terhadap kesepakatan yang telah dibangun,” kata Khairul Amri, Selasa (11/8/2026).

Menurutnya, perdamaian Aceh merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan pengorbanan besar dari berbagai pihak. Karena itu, seluruh komitmen yang lahir dari proses perdamaian harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia mengingatkan agar Pemerintah Pusat tidak membuat kebijakan yang dapat menimbulkan kekecewaan atau mengikis kepercayaan masyarakat Aceh terhadap komitmen perdamaian.

“Kami mengkritik bukan karena ingin membuka kembali konflik masa lalu. Justru sebaliknya, kami ingin perdamaian Aceh tetap kokoh. Jangan sampai ketidakseriusan dalam menjalankan semangat perdamaian justru menimbulkan kembali rasa kecewa di tengah masyarakat,” ujarnya.

Khairul Amri juga menegaskan bahwa generasi muda Aceh memiliki kepentingan besar terhadap keberlangsungan perdamaian. Menurutnya, anak muda Aceh tidak ingin mewarisi konflik, tetapi ingin mewarisi perdamaian yang memberikan keadilan, kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.

“Generasi muda Aceh tidak ingin kembali ke masa konflik. Kami ingin melihat Aceh tumbuh dalam suasana damai dan sejahtera. Karena itu, Pemerintah Pusat harus menjaga kepercayaan masyarakat Aceh dan menghormati kekhususan Aceh sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, PC IPNU Bireuen mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh memperkuat komunikasi serta membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat, terutama generasi muda, mahasiswa, pelajar, ulama, akademisi dan organisasi kepemudaan.

Khairul Amri berharap peringatan 21 tahun MoU Helsinki pada 15 Agustus 2026 menjadi momentum evaluasi bersama, bukan hanya kegiatan seremoni.

“Perdamaian harus dirawat dengan komitmen dan keadilan. Jangan sampai MoU Helsinki hanya dikenang setiap 15 Agustus, tetapi semangat dan kesepakatannya tidak menjadi dasar dalam setiap kebijakan terhadap Aceh. Pemerintah Pusat harus membuktikan bahwa perdamaian Aceh benar-benar dihormati,” pungkasnya.

Previous Post

TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

Next Post

Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Next Post
Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

Warga Aceh Diajak Kibarkan Bendera Alam Peudeung pada 15 Agustus 2026, Kenapa?

14/08/2026
Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

Tak Sekadar Tuntaskan KKN, Kelompok 11 Raih Apresiasi DPL Berkat Dedikasi di Masyarakat

14/08/2026
21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

14/08/2026
TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

TP PKK dan Dinkes Abdya Ajak Masyarakat Menerapkan Pola Hidup Sehat dengan Strategi CERDIK

14/08/2026
RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

RSUD-TP Abdya Dipercaya sebagai RSJP untuk Mendukung Pelaksanaan PPDS Urologi Fakultas Kedokteran USK

14/08/2026

Terpopuler

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Pidie Jaya Masuk Daftar Waspada Cuaca Ekstrem, BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

13/08/2026

21 Tahun MoU Helsinki, Ketua PC IPNU Bireuen Kritik Pemerintah Pusat: Jangan Abaikan Kesepakatan Damai Aceh

Risiko Banjir Bandang Tinggi di Musim Penghujan Masyarakat Didorong Susur dan Periksa Sungai

Jamaluddin Idham Didampingi DKP Serahkan Bantuan Hibah Alat Tangkap untuk Nelayan Abdya

Forkopimda Aceh Minta Tambang Emas Rakyat Ditutup, Syahril: Jangan Binasakan Rakyat di Kaki Bumi Sendiri

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com