Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Ketua Mahkamah Syariah Takengon Prihatin Perkara Jinayat Tinggi Di Aceh Tengah

Admin by Admin
27/04/2020
in Lintas Tengah
0

Takengon- Wabah Covid-19 yang sedang melanda dunia tidak berefek pada pengurangan tindak pelanggaran syari’at. Meskipun memang, dalam kondisi pembatasan sosial, sidang perkara jinayat tetap dapat dilangsungkan dengan teleconference. Buktinya, untuk bulan Maret hingga April 2020, Mahkamah Syar’iyah Takengon (MS Takengon) telah menerima 7 perkara jinayat, 4 di antaranya telah diputus. Bahkan pada 20 April 2020, MS Takengon mendapat pelimpahan 3 perkara jinayat sekaligus dari Kejaksaan Negeri Aceh Tengah, 1 perkara zina dan 2 perkara ikhtilath.

Sampai bulan April 2020, 13 perkara jinayat telah diterima oleh MS Takengon. 10 di antaranya telah diselesaikan. Jumlah penerimaan perkara jinayat per April 2020 tersebut tercatat melonjak tinggi dibandingkan keseluruhan jumlah perkara jinayat yang telah ditangani pada tahun 2019, yang hanya 11 perkara saja. Belum lagi jika ditilik dari jenis jarimah dan korbannya. Dari 13 perkara yang telah diterima oleh MS Takengon per April 2020 tersebut, 4 merupakan perkara pelecehan seksual yang keseluruhan korbannya adalah anak, 4 lainnya adalah perkara zina yang keseluruhan korbannya juga anak, dan 2 perkara pemerkosaan yang korbannya juga anak. Total sudah 10 perkara yang korbannya anak pada tingkat umur bervariasi dari 4, 10 hingga 17 tahun. Sisanya, 2 perkara ikhtilath dan 1 perkara jarimah khamar.

Mencermati kondisi tersebut, Ketua MS Takengon, Drs. H. Zulkarnain Lubis, M.H., mengungkapkan keprihatinan yang mendalam. “Kita berada di daerah mayoritas muslim, tapi pelanggaran syari’at demikian tinggi. Saya khawatir ini menjadi dosa bersama semua tokoh di daerah ini jika tidak dicarikan solusi yang tepat,” tuturnya.
Lebih jauh, Zulkarnain menceritakan bahwa di dalam persidangan perkara pelanggaran jarimah berupa kejahatan seksual yang korbannya anak tersebut, selalu ditemukan fakta kejadian saat tidak ada orang di rumah. Orangtua bekerja ke kebun, anak sendirian, sehingga rentan sekali menjadi korban kejahatan seksual dari orang-orang di sekitarnya.

“Saya rasa peningkatan kasus kejahatan seksual ini sangat erat kaitannya dengan lemahnya kontrol sosial masyarakat, terkait juga dengan kurangnya sosialisasi ke masyarakat tentang nilai-nilai syari’at Islam secara menyeluruh dan pendampingan serta penjagaan yang utuh terhadap anggota keluarga, khususnya anak,” imbuhnya.
Ketua MS Takengon ini menambahkan, lemahnya kontrol sosial masyarakat dan kurangnya penjagaan utuh terhadap anggota keluarga terbaca tidak hanya pada kasus jinayat yang korbannya anak saja, tetapi juga dari tingginya kasus permohonan dispensasi kawin, izin kawin bagi anak di bawah umur, yang telah diajukan ke MS Takengon. Per April 2020, MS Takengon sudah menangani 42 kasus dispensasi kawin. “Begitu juga, dalam persidangan sering kita ketahui sudah pernah berhubungan. Malah ada yang sudah mengandung. Jadi keprihatinan ini bukan saya saja yang merasakan, tetapi juga rekan-rekan hakim yang menangi perkara-perkara tersebut, khususnya hakim anak. Betapa sulit saya mengungkapkan keadaan masyarakat seperti ini. Harus benar-benar dirumuskan solusi yang tepat,” tandasnya.
(Hefa Lizayanti)

Previous Post

Bulan Ramadhan Mendidik Kita Lebih Bersyukur dan Bersabar

Next Post

Hidangan Berbuka untuk Keluarga Pasien dari Alumni Timur Tengah

Next Post
Hidangan Berbuka untuk Keluarga Pasien dari Alumni Timur Tengah

Hidangan Berbuka untuk Keluarga Pasien dari Alumni Timur Tengah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 15 UINSUNA Lhokseumawe Perkenalkan Transformasi Kampus ke Siswa MAN 2 Aceh Tengah

Mahasiswa KPM Mandiri Kelompok 15 UINSUNA Lhokseumawe Perkenalkan Transformasi Kampus ke Siswa MAN 2 Aceh Tengah

07/08/2026
569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

07/08/2026
“Hapus Pokir Bersifat Kuota, Kembalikan APBA dan APBK ke Jalur yang Benar”

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

07/08/2026
DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

DPD Laskar Prabowo 08 Aceh Raih Penghargaan dari DPN Atas Dedikasi Kawal Asta Cita Prabowo di Aceh

07/08/2026
YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

YARA Serahkan Infak Rp10 Juta kepada Baitul Mal Aceh, Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat yang Amanah ‎

07/08/2026

Terpopuler

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

06/08/2026

Ketua Mahkamah Syariah Takengon Prihatin Perkara Jinayat Tinggi Di Aceh Tengah

569 Peserta Ikuti PD-PKPNU Pidie Jaya, NU Tekankan Kader Berideologi dan Berdampak

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

KPK Ditantang Bongkar Tiga “Sarang Korupsi” di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com