Malaysia – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional kolaborasi Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh sukses memukau panggung internasional. Mengusung kebudayaan khas Serambi Mekkah, kontingen ini berhasil menyabet Juara 1 sekaligus Anugerah Khas UniMAP pada ajang Simposium Agenda Pemerkasaan Mahasiswa Kebangsaan (SIGMA) Unplugged 2026.
Kegiatan berskala internasional yang berlangsung di Arau, Perlis, ini mengusung tema “Jitu Berinovasi, Kepemimpinan Berimpak” dan diikuti oleh 20 universitas ternama dari Malaysia serta delegasi mahasiswa internasional dari berbagai negara.
Dalam ajang kesenian yang menjadi bagian dari rangkaian acara SIGMA 2026, delegasi UIN Ar-Raniry menampilkan Tari Rapa’i Geleng, sebuah mahakarya seni pertunjukan dari pesisir barat Aceh (Aceh Barat Daya).
Tarian ini memadukan ritme tabuhan instrumen perkusif (rapa’i) dengan artikulasi gerak tubuh yang dinamis dan sarat makna spiritual.Gerakan dimulai dengan lantunan Saleuem (Salam): bertujuan Penghormatan dan penyampaian salam pembuka, dilanjutkan Kisah: Bagian inti tempat Syahi (penyanyi utama) melantunkan syair ajaran agama, kisah nabi, pesan moral, dan nilai solidaritas. Serta Lani (Penutup): Antiklimaks dengan tempo gerak dan tabuhan yang makin cepat, lalu diakhiri gerakan diam mendadak sebagai simbol ketegasan.
Dosen pendamping KPM Internasional, Zuniar, M.M., menjelaskan makna mendalam di balik koreografi Rapa’i Geleng: “secara koreografis, Rapa’i Geleng mengandalkan keselarasan antara tarian kepala (geleng), gerakan dada (rebah), serta ketepatan memukul instrumen rapa’i. Kekompakan tanpa cacat dalam tempo lambat hingga sangat cepat melambangkan kebersamaan, kedisiplinan, dan keteguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi tantangan zaman.”
Meski dilantunkan dalam syair bahasa Aceh, pesona dan energi Rapa’i Geleng melintasi batas bahasa. Persembahan ini mendapat sambutan amat meriah dan standing ovation dari ratusan tamu undangan serta warga Perlis.
Sorak gemuruh penonton mengiringi pengumuman penutup saat UIN Ar-Raniry resmi dinobatkan sebagai Juara 1 dan memboyong Anugerah Khas dari UniMAP.








