Oleh Hamdina Wahyuni MAg. Penulis adalah Sekretaris Prodi SKI Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry serta dosen pendamping PKM dan KPM Internasional 2026 dari UIN Ar-Raniry.
Pada Senin 17 Agustus 2026 lalu, saya termasuk satu dari dua dosen ditugaskan oleh pimpinan fakultas untuk berangkat mendampingi mahasiswa untuk kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional dari UIN Ar-Raniry. Seorang lainnya bernama Zuniar, M.M. Beliau-lah yang didaulat menjadi leader untuk kegiatan ini. Sedangkan dua negara yang menjadi target kegiatan Malaysia dan Thailand.
Ada sekitar 27 mahasiswa terbaik yang mengikuti kegiatan ini.
Rombongan ini berangkat dari Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pada 12.55 WIB serta tiba di Bandara Penang, sekitar pukul 15.15 waktu Malaysia. Perjalanan kemudian berlanjut ke Universitas Malaysia Perlis atau Unimap dan tiba sekitar pukul 21.00.

Alhamdulillah, sepanjang perjalanan saya masih mendengar kata kata dan cerita yang baik tentang Aceh di Perlis. Ini mungkin agak sulit dicari jika kita melakukan perjalanan di dalam negeri.
Rombongan kami disambut langsung oleh Timbalan Canselor atau Wakil Rektor Hal Ehwal Pelajar dan Alumni UniMAP, Prof. Dr. Mohd. Mustafa Al Bakri Abdullah, Ph.D, serta sejumlah unsur pimpinan lainnya.
Sambutan hangat dari pimpinan di Unimap ini membuat perjalanan panjang ini terasa hangat. Mereka menyambut kami seolah-olah keluarga yang telah lama tak pulang ke rumah. Seorang saudara yang memiliki kerinduan mandalam. Ada juga sejumlah kehangatan serta kekaguman serta kemasyuran saat mereka bercerita tentang Aceh. Baik hal budaya serta jejak Aceh yang membekas di Perlis.
Pada Selasa 18 Agustus 2026, rombongan kami juga diajak berkunjung ke Situs Batu Acheh di Perlis. Sebagai salah seorang dosen sejarah Islam, poin ini cukup menarik perhatian saya.
Pasalnya, saya berasumsi bahwa kemulian yang kami terima dalam perjalanan kali ini tentu tak mungkin diraih hanya karena status PKM dan KPM Internasional dari UIN Ar-Raniry semata. Tapi tentu karena ada jejak para leluhur Aceh di Perlis yang masyur berabad-abad lalu.
Kalau tidak salah, Situs Batu Acheh ini berada dibawah Kelola Muzium Kota Kayang yang terletak di Kuala Perlis, Malaysia. Berdasarkan keterangan, Muzium Kota Kayang ini merupakan pusat penelitian utama yang mengabadikan sejarah migrasi, syiar Islam, serta keberadaan puluhan nisan peninggalan pembesar Kesultanan Aceh di wilayah Perlis.

Museum ini mendedikasikan ruang khusus di galeri sejarahnya untuk memetakan lokasi 19 hingga 20 makam kuno ber-Batu Aceh.
Keberadaan batu nisan ini menjadi bukti sejarah yang sangat penting mengenai hubungan dagang, migrasi, dan syiar Islam antara Kesultanan Aceh dan kawasan utara Semenanjung Melayu, khususnya Perlis yang dahulu merupakan bagian dari Kedah kuno, sejak abad ke-13 hingga ke-18 Masehi.
Konon di masa lalu, banyak ulama dan saudagar asal Aceh yang datang dan menetap di Perlis sejak abad ke 13. Sejarah ini berlanjut hingga abad-abad berikutnya. Dimana sejarah juga mencatat adanya ikatan keagamaan dan kekeluargaan yang erat antara ulama keturunan Arab di Aceh (Wangsa Al Jamalullail) dengan garis silsilah Wangsa Jamalullail yang memimpin Kerajaan Perlis hingga hari ini.
Peran para tokoh ini memiliki pengaruh yang besar bagi warga di Perlis. Hal ini juga dapat dilihat dari kehangatan dan cara petinggi dan warga di Perlis bercerita tentang Aceh meski telah berlalu berabad-abad.
Sebagai keturunan Aceh, jejak ‘kemasyuran’ tersebut masih terasa hingga kami datang ke sini.
Tulisan ini awalnya hanya bertujuan sebagai pengingat atau catatan perjalanan semata. Namun kemudian saya juga sadar bahwa ada benang merah dan hikmah terbesar yang dapat dipetik. Bahwa kemasyuran Aceh di masa lalu itu nyata. Peninggalannya masih membekas setelah berabad-abad.
Namun apa yang generasi sekarang wariskan untuk generasi kedepan? Ini masih tanda tanya. Pembaca mungkin bisa meneka-neka.
Kemudian menutup tulisan ini, saya ingin menulis, “terima leluhur, jasa dan amal baik anda membuat kami diterima baik disini.”







