Jakarta – Otoritas Arab Saudi mengeklaim berhasil mencegat rudal yang diluncurkan milisi Houthi ke arah Mekkah dan Madinah pada Sabtu (24/10).
Pencegatan ini memicu serpihan rudal yang berhamburan di sejumlah lokasi termasuk di Wadi Al Mughammas. Wilayah tersebut hanya berjarak 23 km dari Masjidil Haram. Saudi juga menuduh Houthi terus menyerang wilayah mereka dan menargetkan situs-situs Islam.
Serangan Houthi yang disebut menargetkan Mekkah dan Madinah menuai kecaman dari komunitas serta organisasi internasional, salah satunya Liga Dunia Muslim.
“Menargetkan wilayah Mekkah dan Madinah adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kesucian agama dan serangan terhadap perasaan lebih dari satu setengah miliar umat Muslim di seluruh dunia,” demikian menurut mereka, dikutip Ashraq Al Awsat.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk serangan Houthi di provinsi Mekkah, Madinah, Taif, dan Jeddah. Dia juga mewanti-wanti dampak berbahaya jika serangan terus berlanjut.
Sejauh ini, tak ada pernyataan baru Houthi soal tuduhan menargetkan Mekkah dan Madinah.
Di berbagai unggahan di X dalam kurun waktu tiga hari ini, juru bicara Houthi Yahya Al Saree mengatakan Saudi telah menggempur berbagai wilayah di Yaman termasuk Sanaa. Di salah satu unggahan, dia bahkan menyebut koalisi Saudi meluncurkan lebih dari 100 serangan ke negara itu.
Houthi lantas membalas dengan meluncurkan serangan ke bandara internasional, gudang senjata, hingga fasilitas minyak Saudi. Mereka juga mewanti-wanti turis untuk menghindari penerbangan ke Riyadh dan Khamis Mushait.
“Pasukan Bersenjata [Houthi] memperbarui peringatannya untuk perusahaan penerbangan internasional dan regional, serta karyawan dan penumpang, agar tidak bepergian melalui Bandara Internasional King Khalid di Riyadh karena tidak aman, begitu pula wilayah udara Saudi kecuali wilayah udara suci di Makkah Al-Mukarramah dan Madinah Al-Munawwarah,” kata Saree di X.
Koalisi Saudi dan Houthi saling serang serang sejak beberapa bulan lalu. Pertempuran ini menambah ketegangan di Timur Tengah menyusul perang Amerika Serikat dan Iran yang tak kunjung rampung.










