Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Rektor Unsyiah: Era Ini Adalah Era Kompetisi Yang Sangat Ketat

Admin1 by Admin1
15/05/2020
in Nanggroe
0
Rektor Unsyiah: E-learning Jadi Media Utama Pembelajaran di Masa Covid-19

BANDA ACEH – Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal, mengatakan sejak akhir 2019 sampai dengan saat ini virus yang dikenal dengan covid-19 telah mewabah ke seluruh penjuru dunia. Hingga saat ini belum ada satu negara pun yang dapat memastikan kapan berakhirnya wabah covid-19 ini karena belum ditemukannya vaksin.

Katanya, pandemic covid-19 ini telah memaksa lahirnya peradaban baru bagi kehidupan manusi, yang seyogianya snagat maching dengan industri 4.0 dan masyarakat 5.0.

“Era ini adalah era kompetisi yang sangat ketat, agar kita mampu bersaing dan survive maka tidak ada jalan lain selain dari memperkuat basis IT kita, apalagi dimaasa wabah dan bahkan paska pandemic covid-19 ini terjadi nantinya” paska  kata prof .Dr.Ir.Samsul Rizal,.M.Eng. dalam diskusi santai daring (Disaring) Kamis 14 Mei 2020.

Diskusi yang diselenggarakan oleh jurusan PPKN FKIP Unsyiah bekerjasama dengan himpunan mahasiswa juga dihadiri oleh Dirjen Dikti Prof. Dr.Ir. Nizam, M.Sc.,DIC.,Ph.D dan juga Dede Yusuf Wakil Komisi x DPR RI.

“Saat ini dan ke depan, pekerjaan manusia akan terus digantikan oleh mesin, maka ada ancaman terhadap 50 juta orang di Indonesia yang akan kehilangan pekerjaannya ke depan, oleh karena itu pendidikan harus mampu melahirkan SMD yang handal dan mumpuni yang mampu beradaptasi dengan dunia digital saat ini,” tambah Rektor Unsyiah.

Dalam kesempatan yang sama Dede Yusuf wakil komisi X DPR RI juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat akan ada revisi UU Sisdiknas.

“Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan realitas yang sedang terjadi. Sistem pendidikan kita harus mampu terselenggaranya pendidikan yang berbasis pad kualitas ataupun mutu, bukan sekedar kuantitas. Selain itu juga kita sedang menyusun blue print tentang pendidikan Indonesia paska pandemik. Kita tidak ingin Bangsa yang kaya akan sumberdaya alam ini tapi masyarakatnya tidak seja,” ujarnya.

Rektor Unsyiah, Prof. Samsul Rizal M.Eng, mengusulkan agar ke depan lembaga pendidikan di Indonesia perlu disatu-atapkan.

Usulan ini disampaikan Prof. Samsul Rizal usai mendengar penjelasan dari Dede Yusuf selaku Wakil Komisi X DPR RI soal rencana revisi UU Sisdiknas.

“Untuk menghindari disparitas dan dikotomi antara pendidikan di sekolah agama dengan umum, negeri dan swasta.”

“Maka kami berharap sistem pendidikan nasional perlu menjadikan semua lembaga pendidikan menjadi satu atap saja, dibawah manajemen yang satu, dengan demikian akan tercipta pemerataan akses secara lebih adil,” kata Rektor Unsyiah dalam diskusi daring yang diselenggarakan oleh oleh Jurusan PPKN FKIP Unsyiah bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa di bawah manajemen Suhendri dan kawan-kawannya, Kamis 14 Mei 2020.

Usulan ini ternyata mendapatkan respon positif dari Dede Yusuf, politisi Partai Demokrat yang juga wakil ketua Komisi X DPR RI.

Dede Yusuf mengapresiasi usulan rektor Unsyiah tentang pendidikan satu atap. “Saya berharap pak Rektor Unsyiah bersedia memberikan ide dan gagasannya untuk dijadikan sebagai bahan dalam proses revisi UU Sisdiknas nantinya,” ujarnya.

Sebagaimana yang diketahui, diskusi online dengan aplikasi zoom meeting ini juga diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Diskusi ini dipandu oleh Maimun bin Lukman, dosen serta sekretaris dari jurusan PPKN FKIP Unsyiah. []

Tags: FKIP PPKN Unsyiahunsyiah
Previous Post

Prestasi Kerala dan Shailaja Si ‘Pembantai Corona’ dari India

Next Post

Barcelona Tekor Rp2,4 Triliun di Masa Pandemi Covid-19

Next Post

Barcelona Tekor Rp2,4 Triliun di Masa Pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

Mualem Lantik Dr. Misran Fuadi sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh

23/06/2026
Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

Banda Aceh Terima Anugerah Cakrawala Penyair Nusantara

23/06/2026
Sekda M Nasir Ditetapkan Jadi Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

Sekda M Nasir Ditetapkan Jadi Komisaris Utama Bank Aceh Syariah Periode 2026–2030

23/06/2026
Malam Ini, Ada Festival Meurukôn Aceh di Taman Budaya

Malam Ini, Ada Festival Meurukôn Aceh di Taman Budaya

23/06/2026
DPRA Usul Pemerintah Abadikan Dana Program Jaminan Kesehatan Aceh

DPRA Usul Pemerintah Abadikan Dana Program Jaminan Kesehatan Aceh

23/06/2026

Terpopuler

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

Marhaban (De’ Boy) Pimpin KNPI Pidie Jaya Secara Aklamasi

23/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Gelar Raker Tahunan, Al Zahrah Komit Wujudkan Pendidikan Berkualitas

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com