Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pemda Aceh Dinilai Membunuh Investor

Admin1 by Admin1
20/05/2020
in Nanggroe
0
Ismail Rasyid: Kami Undur dari KIA Ladong, Tapi…

Foto AJNN

BANDA ACEH – Terkait keluarnya PT Trans Continent dari Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Aceh Besar, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Teuku Ahmad Dadek, menyebutkan selama sembilan bulan perusahaan milik Ismail Rasyid menikmati fasilitas gratis tanpa adanya perjanjian bussiness to bussines.

Pernyataan tersebut menuai kritikan dari berbagai lapisan masyarakat dan dianggap Pemda buang badan mencari pembenaran diri tanpa mempertimbangkan niat baik Trans Continent yang sudah stanby sembilan bulan, tanpa menghasilkan ouput dan income apapun, malah merugi per bulan Rp 600 juta.

“Pernyataan Teuku Dadek atas nama Kepala Daerah Aceh seakan KIA Ladong itu sudah hebat sekali, seakan sudah antre para investor besar yang hendak masuk ke Aceh. Ini adalah pernyataan paling dungu, seakan hendak meneror dan mengusir investor,” kata Usman Lamreung, dosen Universitas Abulyatama Aceh Besar, kepada media, Rabu 20 Mei 2020.

Usman menambahkan, Pemda Aceh tidak tahu berterima kasih dan mempertimbangkan niat baik Trans Continent yang telah membantu Pemda Aceh.

“Eh Pemda Aceh malah menyudutkan PT Trans Continent seakan seperti mengusir mereka keluar dari Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong tersebut. Kalau begini model pejabat jangan harap investor datang dan berbisnis di KIA Ladong,” ungkap mantan pekerja BRR Aceh – Nias ini.

Usman menyarankan, Pemda Aceh harus mengevaluasi kinerja dinas-dinas terkait, karena menurut hemat kami persoalan substansi adalah buruknya pelayanan birokrasi dan koordinasi tumpang tindih menyebabkan lambannya kinerja, dan tak mampu mengakomodasi kebutuhan investor, menyebakan mereka hengkang dari Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong.

“Masalah bukan pada perusahaan Trans Continent tapi Pemda Aceh yang tidak mampu membangun komunikasi, koordinasi dan perencanaan yang matang, akhirnya saling menyalahkan dan menyudutkan. Plt Gubernur Aceh harus mengevaluasi tim ekonomi,” ujar Usman.

“Saran kami kepada bapak Plt Gubernur agar melakukan evaluasi secara menyeluruh dinas-dinas terkait. Sosok-sosok yang perlu dievaluasi dan dimintai pertanggungjawaban oleh Plt Gubernur Aceh terkait kaburnya investor dari KIA Ladong adalah: Asisten II Pemerintah Aceh, Kepala Dinas DPMPTSP Aceh, Kepala Dinas Perindag Aceh, Kepada Bainprom Aceh, Direktur KIA Ladong dan Dirut PEMA,” katanya.

Hengkangnya investor nasional ini, menjadikan preseden buruk keberlanjutan inverstasi di Aceh.

Sudah banyak kasus terjadi hengkangnya para investor di Aceh, tapi tak pernah menjadi bahan evaluasi pemda Aceh. Sepertinya ada pembiaran masalah dan tak diselesaikan, atau memang jangan-jangan orang-orang ditunjuk oleh Plt Gubenur memang tidak punya kemampuan bekerja secara profesional.

“Menurut kami apapun kata pemda Aceh, dalih apapun yang disampaikan, yang jelas kasus ini telah memberikan citra yang sangat negatif pada dunia investasi di Aceh dimata investor, tidak ada kenyamanan untuk berinvestasi di Aceh. Lantas masih adakah program kejar-kejar investor hingga ke luar negeri?” ujarnya lagi.[]

Tags: aceh
Previous Post

Surati Plt Gubernur, Anggota DPRA Minta 3 Nelayan Aceh Dipulangkan dari India

Next Post

BPOM Periksa Sampel Makanan Berbuka Puasa di Aceh

Next Post
[Video] Makanan Aceh yang Dirindukan Jokowi

BPOM Periksa Sampel Makanan Berbuka Puasa di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Sijago Merah Lalap 5 Rumah di Aceh Tenggara

Sijago Merah Lalap 5 Rumah di Aceh Tenggara

03/06/2026
Bupati Aceh Besar Lantik JPT Pratama dan Administrator, Tekankan Amanah Jabatan dan Peningkatan Kinerja

Bupati Aceh Besar Lantik JPT Pratama dan Administrator, Tekankan Amanah Jabatan dan Peningkatan Kinerja

03/06/2026
Satu Hektare Lahan di Ketol Aceh Tengah Terbakar

10 Hektare Lahan Gambut di Aceh Barat Terbakar

03/06/2026
Teheran Ancam Israel Akan Hadapi Iran jika Masih Serang Lebanon

Teheran Ancam Israel Akan Hadapi Iran jika Masih Serang Lebanon

03/06/2026
Kata-Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

Kata-Kata Dadan Hindayana Usai Dicopot dari Kepala BGN

03/06/2026

Terpopuler

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

01/06/2026

Bertemu DPR RI dan Mendagri, Aliansi PPPK PW Minta Presiden Perhatian Nasibnya

Para Pejabat dan Kepala Puskesmas di Abdya Resmi Dilantik, Berikut Daftar Lengkapnya

Penggunaan Musik Tari Tanpa Izin oleh SMAN 1 Jangka Bireun Disesalkan Komposer

Kaya SDA Tapi Miskin, Hasto: Jangan Seperti di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com