Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Corona, Pembangunan Jargas di Aceh Geser Jadi 2021

Admin1 by Admin1
29/06/2020
in Ekonomi
0
Corona, Pembangunan Jargas di Aceh Geser Jadi 2021

Foto: Inkana Putri/detikcom

Lhokseumawe – APBN masih menjadi kendala dalam penundaan pembangunan jargas di Provinsi Aceh. Hal ini disebabkan oleh adanya pengurangan dana APBN imbas COVID sehingga pembangunan 5 jargas di Aceh ditunda menjadi tahun 2021.

Jika sebelumnya pembangunan akan diadakan di Lhoksukon (Aceh Utara), Kota Lhokseumawe, Kabupaten Aceh Timur, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Tamiang, saat ini pembangunan hanya difokuskan ke dua jargas saja yakni di Langsa dan Aceh Tamiang.

Hal itu disampaikan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa melakukan pengecekan jaringan gas di Lhokseumawe, Aceh.

“Saya sampaikan 2020 sebenarnya ada 5 kabupaten/kota mau dibangun, ternyata COVID-19 kan, dialihkan lah dana Kementerian ESDM itu. Nah, sekarang untuk kabupaten di Aceh ternyata tinggal dua untuk 2020. Langsa dapetnya 5811, sisanya itu Aceh Tamiang 4000 yang mungkin selesai 2020,” ujarnya saat ditemui di Jargas Muara Dua, Aceh, Senin (29/6/2020).

Adapun total rencana pembangunan jargas APBN tahun 2020 adalah sebanyak 266.070 Sambungan Rumah (SR) di 49 kabupaten/kota. Untuk wilayah Aceh, terdapat sebanyak 2.000 SR di Lhoksukon, 3.000 SR di Lhokseumawae, 5.016 SR di Kab. Aceh Timur, 5.811 di Langsa, dan 4.000 SR di Aceh Tamiang.

Ifan juga menjelaskan terkait pemasangan jargas untuk warga ini. Ia mengatakan tidak ada biaya dalam hal ini. Bahkan, ia menegaskan kepada masyarakat untuk melapor jika nantinya menemukan oknum yang meminta biaya. Masyarakat dalam hal ini hanya perlu membayar biaya pemakaiannya saja, di mana biaya tersebut telah ditetapkan oleh BPH Migas.

“Kalau ada oknum yang minta uang itu laporkan. Ini pake APBN sudah dicek dulu kemudian baru dibangun pipanya. Pipa dibangun itu pakai uang APBN, dianggarkan, diketok palu oleh Komisi VII (DPR),” tegasnya.

“Banyak iuran saja, yang menetapkan iuran harga tadi itu BPH Migas. Nah selama ini kami telah tetapkan di 52 Kabupaten/kota di Indonesia. Semua harganya di bawah LPG 3 Kg dan sangat aman,” pungkasnya.

Dalam kunjungannya, Ifan juga turut didampingi oleh Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam, dan Direktur Keuangan Pertagas Niaga Aminudin. Ridwan mengatakan, masih ada beberapa jaringan gas yang fasilitasnya kurang baik dan perlu perbaikan, sehingga harus dimaksimalkan.

“Saya ingin melihat langsung di Aceh ini ada 5 sumber gas bumi. Seharusnya, ini cukup tapi kenapa kok masih ada masalah terutama di PIM katanya kekurangan gas,” ujarnya.

“Ini kita lihat kenapa nggak jalan padahal investasinya cukup besar. Sehingga Aceh bisa memberikan sumbamgan energi untuk Aceh dan Sumatera Utara,” tandasnya.

Terkait permasalahan pada jaringan gas, Aminudin menjelaskan hal tersebut terjadi lantaran masih adanya pipa yang belum tersambung dan kebocoran pada pipa. Solusi dari hal ini salah satunya yaitu dengan melakukan bongkar balik atau diganti.

“Ada yang bocor, ada yang ini kan udah lama itu pipa yang di dalam itu kadang-kadang nggak mengalir. Sudah pernah diperbaiki, udah kita coba tes gas nggak nongol di ujungnya. Kalau kita bicara pipa yang panjang itu kan per sektor tuh nyarinya nggak bisa sekali bongkar semua,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Lhokseumawe telah ada sekitar 6.000 sambungan rumah tangga. Di mana pada tahun 2018 ada sekitar 2.000 jargas, dan yang berfungsi sekitar 1.000.

Sumber: detik.com

Tags: jaringan gas
Previous Post

Harimau di Aceh Ditemukan Mati Usai Mangsa 6 Kambing

Next Post

Wisata Arung Jeram Lhok Sandeng Jadi Objek Wisata Baru di Pidie Jaya

Next Post

Wisata Arung Jeram Lhok Sandeng Jadi Objek Wisata Baru di Pidie Jaya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Peringati Hari Bumi, Wabup Abdya Tanam Pohon di Lokasi TMMD

Peringati Hari Bumi, Wabup Abdya Tanam Pohon di Lokasi TMMD

22/04/2026
Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026
TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

TMMD Gandeng Disdukcapil Abdya Layani Pembuatan Adminduk Masyarakat

22/04/2026
Wabub Zaman Akli Buka Kegiatan TMMD 128 Tahun 2026 Kodim 0110/Abdya

Wabub Zaman Akli Buka Kegiatan TMMD 128 Tahun 2026 Kodim 0110/Abdya

22/04/2026
Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hut ke 821 Kota Banda Aceh

Irwansyah Pimpin Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hut ke 821 Kota Banda Aceh

22/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

Ajudan Dir Narkoba Aceh dilaporkan ke Div Propam Polri

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Corona, Pembangunan Jargas di Aceh Geser Jadi 2021

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com