Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Penyair Din Saja Siap Jadi Ketua Dewan Kesenian Aceh

Admin1 by Admin1
02/07/2020
in Sosok
0

BANDA ACEH – Penyair Din Saja siap maju di bursa pemilihan Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA), namun Din Saja yang bernama asli Fachruddin Basyar belum bisa memastikan pelaksanaan Musyawarah Besar lembaga itu terlaksana walau kepengurusan sekarang sudah berakhir 2019 lalu.

“Waktunya tidak lama lagi. Saya akan mendaftar menjadi Ketua DKA,” kata Din Saja kepada media ini di Banda Aceh, Kamis (2/7).

Kata Din Saja, dirinya yakin apabila terpilih akan menjadikan Dewan Kesenian Aceh menjadi lembaga yang sungguh-sungguh mengayomi seniman, menyalurkan dan membuka peluang pada karya-karya mereka.

“Yang penting kita dorong Mubes cepat dilaksanakan supaya ada dasar yang kuat membenahi DKA,” ujar Din Saja.

Saat ini pengurus DKA periode 2014-2019 diketuai Nur Maida, dengan wakil Ketua Chairul Anwar, Lisma Rahmi SH, Maiwan Syah Putra, Ahmad Mirza Safwandi, Sekretaris Lilawati dan Bendahara Warlisda

Seniman Din Saja yang bernama asli Fachruddin Basyar lahir di Banda Aceh, 31 Januari 1959. Sejak tahun 80-an Din Saja dikenal sebagai pekerja Teater. Dialah yang mendirikan Teater Moeka di Padang bersama Rizal Tanjung.

Di Padang Din Saja sempat mementaskan teater berjudul Oedipus Rex (Sophocles), Malin Kundang (Wisran Hadi), Isa AS (teater tanpa kata), Malam Terakhir (Yukio Mishima), Bantal (adaptasi A.Alin De). Dia juga kerap melakukan pementasan puisi.

Puisi-puisi Din Saja juga kerap dipublikasikan di Serambi Indonesia kala itu, dan juga terus melakukan perjalanan seni ke Palembang, Jakarta, Bandung dan Medan. Pada tahun 1988 Din Saja kembali ke Banda Aceh. Di Aceh Din Saja menunjukkan vitalitasnya sebagai seniman. Namun dia sadar, pada tahun 1990 dirinya masih menjadi penyair baru, sehingga harus menjalani masa tempaan yang lama.
Sebelum 1990 itu puisi-puisinya juga telah masuk antologi ed.Isbedy Stiawan ZS (1985), dan KSA3 (TBA/KSA, 1990). Baru pada tahun 1993 ada empat antologi puisi yang memuat puisi-puisi Din Saja yaitu Nafas Tanah Rencong (DKA), Banda Aceh (DCP Production), Lambaian (Deptrans Aceh) dan Sosok (LSA). Pada tahun 1995 terbit antologi tunggal Din Saja berjudul Sirath (LSA). Seterusnya berlanjut ke antologi Seulawah, Setengah Abad Indonesia Merdeka (TB Solo) serta beberapa antologi lainnya. Di Banda Aceh din saja membentuk Teater Alam dan Lembaga Seni Aceh (LSA).[]

Previous Post

HMI Cabang Sigli Salurkan Bantuan untuk Muslim Rohingya

Next Post

Bupati Aceh Tengah Gelar Rapat Mendadak dengan Empat Kepala Dinas, Ada Apa?

Next Post

Bupati Aceh Tengah Gelar Rapat Mendadak dengan Empat Kepala Dinas, Ada Apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Penyair Din Saja Siap Jadi Ketua Dewan Kesenian Aceh

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com