Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

JASA Aceh Kritik Kebijakan BRA Soal Tour Moge

Admin1 by Admin1
13/08/2020
in Nanggroe
0
JASA Aceh Kritik Kebijakan BRA Soal Tour Moge

Aceh Utara – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Aceh mengkritik pelaksanaan touring Aceh damai yang dilaksanakan oleh BRA.

Hal ini disampaikan Humas DPP JASA Aceh,  Murhalim S.Pd, kepada wartawan, Rabu malam 12 Agustus 2020.

“Kalau ini program BRA, sama sekali tidak ada dampak positif bagi masyarakat. Yang diharapkan BRA itu seharusnya bisa mengakomodir kepentingan para kombatan , inong janda dan aneuk syuhada yang hidup mereka masih banyak dibawah garis kemiskinan,” kata Murhalim.

“Anak syuhada banyak yang putus sekolah dan tidak beruntung untuk mengenyam pendidikan yang layak. Apalagi dengan kondisi yang seperti ini harusnya program yang diusulkan harus ada kajian strategis memikirkan manfaat dan dampak nya bagi Masyarakat dan Imbas konflik.”

“Kami sangat menyayangkan sikap Pemerintah Aceh yang tidak peka terhadap peringatan hari damai Aceh dengan menggelar tour tersebut di tengah pandemi Covid-19. Tour yang dibiayai dengan anggaran senilai Rp305 juta atau tepatnya Rp305.663.796 tidak tepat karena sampai saat ini sudah mencapai tahun ke -15 perdamaian antara GAM dan RI, masih banyak sekali persoalan mulai dari pemenuhan hak-hak mereka korban konflik yang masih hidup di bawah garis kemiskinan dan para anak syuhada yang harus dipikirkan masa depan nya dengan membantu pendidikan yang layak bagi mereka,” kata Murhalim lagi.

Menurut Murhalim, Kondisi masyarakat Aceh sekarang belum sampai ke taraf tersebut, jadi seharusnya pemerintah Aceh harus berpikir bagaimana cara masyarakat Aceh dapat memperbaiki taraf hidup masyarakat terlebih dahulu bukan dengan hura-hura show motor mewah di atas penderitaan dan air mata korban konflik.

“Apa yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh hari ini sangatlah tidak reflektif, tidak substantif dari makna peringatan damai dan tujuan damai itu sendiri.”

“Ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah dan BRA, belum lagi berbicara poin-poin MoU yang belum selesai, dan masih menjadi tarik ulur pemerintah Aceh dengan pemerintah pusat,” ujarnya. []

Previous Post

Mantan Presma UIN Ar-Raniry: Tour Moge Sangat Tidak Beretika

Next Post

Cot Seurani Raih Juara 1 Gammawar Tingkat Aceh Utara

Next Post
Cot Seurani Raih Juara 1 Gammawar Tingkat Aceh Utara

Cot Seurani Raih Juara 1 Gammawar Tingkat Aceh Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

Lembaga Wali Nanggroe Identifikasi Persoalan Pengembangan Kawasan Bebas Sabang

23/07/2026
Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

Bupati Pidie Jaya dan Sejumlah SKPD Dilaporkan ke KPK, Ada Apa?

23/07/2026
UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

UIN Ar-Raniry Jadi Satu-satunya PTKIN Lolos KRISAN Fellowship 2026

23/07/2026
Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

Lewat Goresan di Atas Kaos, Seniman Aceh Suarakan Aceh 8 bulan Pasca Bencana

23/07/2026
Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

Munawar Hadiri Peringatan HANI Internasional 2026, Tegaskan Komitmen Perangi Narkoba

23/07/2026

Terpopuler

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

22/07/2026

JASA Aceh Kritik Kebijakan BRA Soal Tour Moge

STAI Tgk. Chik Pante Kulu dan Mahkamah Syar’iyah Kota Banda Aceh Bangun Kolaborasi Penguatan Tridarma Perguruan Tinggi

Kapaloe, Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com