Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Peusaba Aceh Protes Proyek Pembuangan Tinja di Makam Ulama Gampong Pande Berlanjut

Admin1 by Admin1
25/08/2020
in Nanggroe
0
Peusaba Aceh Protes Proyek Pembuangan Tinja di Makam Ulama Gampong Pande Berlanjut

BANDA ACEH – Proyek pembuangan tinja di kawasan Makam Ulama Aceh dan Ulama Turki Utsmani Gampong Pande dilanjutkan. Peusaba minta bantuan Republik Turki untuk selamatkan situs peninggalan kekhalifahan Turki Utsmani dan Kesultanan Aceh Darussalam.

Ketua Peusaba Aceh, Mawardi Usman, mengaku sangat marah membaca berita di media lokal hari ini bahwa Proyek IPAL dilanjutkan kembali dan disetujui Pemerintah Kota Banda Aceh.

“Padahal jelas-jelas mereka semua tahu bahwa itu adalah situs Islam yang sangat bersejarah. Kawasan Gampong Pande sejak 1205 di masa pemerintahan Sultan Johan Syah Seljuq telah menjadi kawasan pusat Istana Kesultanan Aceh Darussalam. Kawasan Istana itu dijadikan tempat pembuangan Sampah sejak zaman Belanda hingga hari ini,” kata Mawardi.

Peusaba meminta bantuan Pemerintah Turki agar dapat menyelamatkan kawasan makam Gampong Pande. Pada zaman Sinan Pasha datang ke Aceh 1567 seperti laporan utusan Aceh ke Istanbul Muhammad Ghauts. Maka Wazir Sinan Pasha menjadikan kawasan Gampong Pande sebagai tempat menempa meriam dan senjata untuk melawan Portugis di Malaka.

Menurut Mawardi, pada tahun 2013 ditemukan ribuan koin emas di Gampong Pande. Diantara ribuan koin emas itu terdapat banyak koin Turki Utsmani yang menurut ahli bertuliskan Sultan Suleiman (1520-1566) bin Sultan Selim yaitu Sultan terbesar di Turki Utsmani yang sezaman dengan Sultan Aceh Sultan Alaiddin Al Kahhar (1539-1572). Juga dikawasan Gampong Pande ada makam Sultan Aceh keturunan Perak Malaysia Sultan Alauddin Mansur Syah (1579-1586) bin Sultan Ahmad Perak serta makam anak Sultan Alaiddin Mansur Syah Perak.

“Namun sekarang, kawasan ini sangat berambisi sekali dilenyapkan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh dan pihak perusahaan untuk proyek Pembuangan Tinja, sampah, Perumahan, dll dengan menimbun situs sejarah makam. Itu sengaja dilakukan karena kebencian mereka yang mendalam terhadap sejarah kesultanan Aceh Darussalam dan sejarah kesultanan Melayu, terutama sekali kebencian mereka terhadap pengaruh Kekhalifahan Turki Utsmani di Aceh Darussalam.”

“Padahal sudah banyak sekali tokoh besar dari dunia Melayu dan sejarawan besar dari dalam luar negeri meminta pemerintah menghentikan proyek pemusnahan situs di Gampong Pande, lengkap data menjelaskan namun Pemerintah tidak perduli dan terus melanjutkan penghancuran situs sejarah di Gampong Pande, malah dengan menghalalkan segala cara termasuk membayar beberapa ahli gadungan agar dapat melanjutkan proyek penghancuran situs kesultanan Aceh Darussalam,” katanya.

Peusaba mengutuk keras tindakan pemerintah Banda Aceh yang tanpa malu berniat melenyapkan bukti peradaban Aceh Darussalam.

“Peusaba mengingatkan tindakan zalim itu akan dikenang sebagai sejarah buruk bagi generasi yang akan datang hanya karena sedikit uang rela menghancurkan situs sejarah Islam berumur ratusan tahun di Gampong Pande.”

Ketua Peusaba kali ini benar-benar mengharapkan pemerintah Turki dapat membantu menyelamatkan situs sejarah makam para ulama Aceh dan Turki Utsmani, jika tidak maka tujuan kaum Yahudi itu yang ingin melenyapkan makam para ulama akan tercapai.

Peusaba juga meminta Turki dapat membantu pembelian kembali tanah kesultanan dan situs sejarah Islam di seluruh Aceh yang sekarang di hancurkan oleh Kafir keturunan Yahudi Belanda. Sebagaimana sejak dulu bangsa Turki selalu membantu Aceh.

“Wahai Bangsa Turki wahai Bangsa cucu para Khalifah Islam bantu lah kami Aceh untuk memperjuangkan marwah Aceh, mengambil kembali tanah nenek moyang kami dan menjadikan mereka dapat beristirahat dengan layak atas jasa-jasa mereka kepada kami,” kata dia.

Tags: banda aceh
Previous Post

F. PARAL Apresiasi DPRK pada Sidang Paripurna Pertanggungjawaban APBK Gayo Lues 2019

Next Post

Pemerintah Aceh Diminta Kaji Ulang Soal Program Stiker untuk Mobil Penerima BBM Bersubsidi

Next Post
PKS Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

Pemerintah Aceh Diminta Kaji Ulang Soal Program Stiker untuk Mobil Penerima BBM Bersubsidi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Dinner Delegasi Apeksi, Illiza: Selamat Datang di Banda Aceh

Dinner Delegasi Apeksi, Illiza: Selamat Datang di Banda Aceh

20/04/2026
Persiraja Banda Aceh Ditahan Imbang Garudayaksa 2-2 di Kandang

Persiraja Banda Aceh Ditahan Imbang Garudayaksa 2-2 di Kandang

20/04/2026
Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

Pesantren Al Zahrah Yudisium 89 Santri Akhir, Pimpinan: Kecerdasan Intelektual Saja Tidak Cukup

20/04/2026
Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

Muhammad Syuhada Minta Pemkab Aceh Timur Segera Bentuk Tim Khusus Pemuktahiran Data DTSEN

20/04/2026
BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

20/04/2026

Terpopuler

Peusaba Aceh Protes Proyek Pembuangan Tinja di Makam Ulama Gampong Pande Berlanjut

Peusaba Aceh Protes Proyek Pembuangan Tinja di Makam Ulama Gampong Pande Berlanjut

25/08/2020

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

Dari Kampus ke Tanah Suci: KNA Satukan Energi Besar Masyarakat Gayo di Banda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com