Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Falevi: Jangan-jangan Ada Program Pengadaan Chip

Admin1 by Admin1
26/09/2020
in Nanggroe
0
Falevi: Berikan Kompensasi untuk Pekerja Lepas

BANDA ACEH – Ketua Komisi V DPR Aceh, M Rizal Falevi Kirani, menilai ada kebijakan dari eksekutif yang terkesan ditutup-tutupi dalam refocusing APBA 2020.

Menurut Falevi, dari satu kebohongan ke kebohongan lainnya. Hal ini akhirnya menciptakan kebohongan-kebohongan baru.

“Renovasi ruangan setda Aceh. Pengadaan mobil baru,” ujar Falevi.

“Jangan-jangan ada program pengadaan chip,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, M Rizal Falevi Kirani, menilai jawaban Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam sidang paripurna hak jawab atas hak interpelasi di DPR Aceh masih sangat normatif.

“Masih sangat normatif dan bicara angka-angka. Plt gubernur tak mau terbuka kepada DPR Aceh,” kata Falevi Kirani.

Dari awal, kata Falevi, Pemerintah Aceh tak mau terbuka dengan DPR Aceh serta terkesan ada yang ditutup-tutupi.

“Pertama, angka refokusing APBA 2020 untuk penanganan Covid-19 itu Rp1,7 triliun. Itu ketika orang yang terpapar Covid-19 baru 15 orang. Kemudian pada Juli, naik Rp2,3 triliun. Itu pun kita tahu dari pemberitaan media,” ujar pimpinan komisi V yang membidangi kesehatan ini.

Kemudian, kata dia, saat pihaknya berkunjung ke Kemendagri beberapa waktu lalu, DPR Aceh baru mengetahui jika angka refocusing APBA 2020 untuk penanganan Covid-19 ternyata Rp2,5 triliun.

Jumlah ini, kata Falevi, jauh lebih tinggi dari data sebelumnya dan termasuk salah satu provinsi dengan dana penanganan Covid-19 terbesar.

“Namun nyatanya realisasinya baru 10 persen. Ini yang kita sesalkan. Ada yang ditutup-tutupi,” ujar Falevi.

Previous Post

Falevi: Jawaban Plt Gubernur Masih Sangat Normatif

Next Post

Pemuda Gampong di Aceh Besar Gotong Royong Rehab Rumah Tak Layak Huni

Next Post

Pemuda Gampong di Aceh Besar Gotong Royong Rehab Rumah Tak Layak Huni

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

GerPALA Desak Audit Kepatuhan KSU Tiega Manggies dan PT PSU, Dugaan Tunggakan Pajak Jadi Sorotan

GerPALA Desak Audit Kepatuhan KSU Tiega Manggies dan PT PSU, Dugaan Tunggakan Pajak Jadi Sorotan

29/06/2026
Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

29/06/2026
Ulim United dan Meurah Dua FC Berebut Takhta Sepak Bola Pidie Jaya

Ulim United dan Meurah Dua FC Berebut Takhta Sepak Bola Pidie Jaya

29/06/2026
Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

29/06/2026
Kementerian PU Kebut Perbaikan Jembatan Bailey Kutablang 

Kementerian PU Kebut Perbaikan Jembatan Bailey Kutablang 

29/06/2026

Terpopuler

Falevi: Berikan Kompensasi untuk Pekerja Lepas

Falevi: Jangan-jangan Ada Program Pengadaan Chip

26/09/2020

Malangnya Nasib Asri, Bus Terbakar Habis Masih Bebani Ganti Rugi

Dua Remaja di Abdya Dikabarkan Hanyut di Laut Ujong Manggeng

Dugaan Mark Up Arena MTQ Aceh Mengemuka, Aktivis Mahasiswa Minta APH Telusuri Aliran Anggaran

Meurah Dua FC Melaju Ke Final Piala Kapolres Pijay, Usai Singkirkan Bandar Baru FC

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com