BLANGPIDIE – Munculnya spanduk yang mendukung pemerintah untuk pembubaran organisasi Front Pembela Islam (FPI) jadi trening topik di kalangan masyarakat Abdya dan media sosial hari ini.
Amatan awak media, spanduk tersebut terpajang di beberapa titik, di antaranya di pagar gerbang pintu masuk komplek PPI Ujong Serangga Kacamatan Susoh dan di pagar lapangan bola kaki, Persada Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya.
Sebelum dan setelah pasca dibubarkannya Front Pembela FPI oleh Pemerintah, munculnya spanduk di kabupaten itu dengan bertuliskan; “Selamat Kepada Pemerintah
Telah Membubarkan FPI, Kami Mendukung”.
Selain itu spanduk yang lain juga mengabarkan suatu ungkapan mendukung atas sikap pemerintah yang bertuliskan “Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya, Yang Cinta Kedamaian Mendukung Keputusan Pemerintah, Membubarkan Ormas FPI.”

Keberadaan spanduk itu mendapatkan respon dari kalangan masyarakat setempat.
M. Taufiq salah seorang masyarakat Abdya yang merupakan praktisi pendidikan Nanggroe Breuh Sigupai itu mengatakan, semestinya tidak usah ada pencatutan nama pemerintah daerah dan masyarakat dalam spanduk tersebut.
“Tidak perlu menyeret-nyeret pemerintah daerah dan warga masyarakat yang berada di daerah dalam polemik pemerintah pusat,” kata Taufiq.
Ia mengakui, Selama ini Ormas-ormas di Aceh Barat Daya keberadaannya cukup bisa mengayomi kepentingan masyarakatyg ada.
“Lagi pula, apakah ormas yang dimaksud dalam spanduk itu ada di Abdya, di mana kantornya, siapa pengurusnya?,” ucapnya.
Terpisah, saat dihubungi pihak media. Taifa, salah seorang aktivis lingkungan Abdya menyampaikan, keberadaan spanduk tersebut hal yang wajar dan biasa saja, karena masyarakat Abdya sudah cerdas dalam bersikap dan menerima informasi.
“Itu spanduk sesat, tidak penting sama sekali, tinggal buka dan buang,” ungkapnya singkat.
Saat berita ini tayangkan, spanduk tanpa tuan yang mencatut nama masyarakat dan Pemuda Aceh Nusantara itu masih terpasang rapi di tempat yang telah dikabarkan.
Reporter: Rusman











