SIGLI – Atjeh Diamonds Institute atau ADI merupakan suatu lembaga yang konsen terhadap permasalahan masyarakat terutama dunia pendidikan membuka program Pendidikan anak usia dini (PAUD), TK dan Therapy.
Hal ini dinilai penting menjawab persoalan – persoalan psikologis masyarakat kabupaten Pidie.
Pendiri sekaligus Direktur Eksekutif ADI, Hetti Zuliani, M.Pd, Cht, CI mengatakan ADI ini diinisiasi oleh pihaknya karena melihat banyaknya persoalan – persoalan psikologis masyarakat, merutama anak-anak dan remaja baik dalam aktivitas pendidikan maupun sosio-emosinal mereka sehari-hari.
“Mereka dihadapkan pada perubahan situasi global serta tuntutan zaman dengan persaingan yang semakin ketat, sehingga anak-kita kedepan harus siap dan kuat secara mental dan knowledge,” kata wanita yang akrab disapa Bunda Hetti yang sehari – hari mengajar di Konseling FKIP Unsyiah ini.
Acara Opening dan seminar ini dibuka oleh Wakil Bupati Pidie Fadhlullah TM Daud, ST.
Turut hadir Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail yang tak lain adalah suami dari Hetti Zuliani, hadir juga Wakil Ketua Fadli A.Hamid dan Anggota DPRK Pidie, Sekda Pidie Idhami, M.Si, Kadis Pendidikan Pidie Drs. Ridwandi Abbas, Istri Forkopimda Pidie, serta sejumlah Kepala SKPD Pidie, para camat, tokoh pendidikan dan intelektual Pidie.
“Kami hadir di masyarakat Pidie untuk mencoba memberikan perhatian bagi masyarakat yang membutuhkan. Program Therapy dan PAUD _ TK berbasis Inklusi bisa menjawab solusi bagi anak – anak terutama bagi Anak – anak Berkebutuhan Khusus ( ABK ).”
“Namun kami juga menerima anak – anak non – ABK lainnya. Semoga sedikit keahlian yang ada pada kami, bisa kami aplikasikan kepada masyarakat Pidie yang kami cintai. Oleh karenannya Mohon dukungan terutama dari Pemkab Pidie terkhusus jajaran Dinas Pendidikan dan masyarakat semuanya,” kata istri Ketua DPRK Pidie ini dalam sambutan pemaparan programnya di hadapan para undangan kegiatan opening tersebut.
Wakil Bupati Pidie dalam sambutannya mengatakan dengan hadirnya PAUD Iklusi pertama di Pidie ini maka semua pihak wajib mendukung.
“Apalagi kita selaku warga Pidie yang menyadari betul pola pendidikan anak pada usia dini kurang mendapat perhatian, maka sangatlah patut dikembangkan dan diarahkan sejak dini,” sebut Fadhlullah TM Daud ST dalam sambutannya yang diberi aplus oleh peserta yang hadir.
Lebih lanjut, orang nomor dua di Pidie itu juga mengatakan pendidikan inklusi mesti menjadi perhatian bersama.
“Sebab semua insan dalam bentuk apapun wajib mendapat pendidikan dan hanya saja dalam hal ini tinggal kita saja yang mengharahkan pendidikan ini lebih tepat sasaran sesuai minat atau potensi yang memiliki psikologis anak dalam mencerdaskan generasi muda Pidie pada masa depan.”
“Saya sangat yakin, lewat PAUD model Iklusi yang telah di gagas oleh ibu Hetti ini menjadi daya picu dalam menumbuhkan semangat pendidikan Inklusi di Pidie serta nantinya juga diharapkan menjadi barometer di Aceh bahkan nasional kelak,” jelasnya.
Disambutan lainnya Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie, Drs Ridwandi Abbas mengatakan, dari 226 PAUD yang ada di Pidie saat ini hanya PAUD Inklusi.
“ADI ini satu satunya menerapkan sistim pendidikan Inklusi yang patut menjadi perhatian dan Disdik siap mendukung secara penuh program ADI ini dalam pelaksanaan pendidikan nantinya,” kata Kadis PK ini.












