Blangkejeren – Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Kabupaten Gayo Lues menuntut honor pendamping program Sela Covid (SECO) tahun 2020 yang belum dibayarkan oleh pemerintah daerah selama enam bulan.
Koordinator Perhiptani DDP Kabupaten Gayo Lues, Syukri SP Selasa (02/02/2021) menjelaskan, penyuluh pertanian berjumlah 102 dan honor perbulannya 600.000/krang. Ditambah Penyuluh kontrak berjumlah 40 orang dengan honor Rp.800.000/orang.
“Sebenarnya honor kami belum dibayar selama enam bulan, tapi kami hanya minta direalisasikan tiga bulan saja,” ujar Syukri.
“Kami dari Perhiptani sudah beberapa kali menghubungi pihak BPBD dan mereka berjanji akan merealisasikan, namun sampai sekarang belum ada,” jelas Syukri.
“Makanya kami datangi BPBD, mereka tidak berani membuat keputusan hari ini kata mereka (SPM) belum dikeluarkan oleh keuangan surat perintah membayar,” timpalnya.
Untuk itu, kata Syukri, makanya angkah-langkah yang akan kita lakukan itu dengan beberapa pihak termasuk ke BPBD mendesak agar realisasikan hak kami.
“Pihak kami dari Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) DPD Kabupaten Gayo Lues meminta bayarkan honor kami. Bukan hanya itu, tapi honor Babinsa dan Babinkamtibmas juga yang jumlahnya sama tapi jumlah orangnya saya juga tidak tahu persis,” ungkanya.
Menanggapi hal itu, Kabid Rekontruksi dan Rehabilitasi pada Badan Penaggulangan Bencana, Muhammad Saleh yang juga selaku PPK Covid tahun 2020 mengatakan, seharusnya bukan PPL yang mendatang kami, tapi bendahara.
“Karena yang mengusulkan honor tergantung berapa besarannya yang diusulkan. Dan PPL instansi Dinas pertanian harusnya getol tentang permasalahan ini,” kata Saleh.
Reporter: Hamsani









