BANDA ACEH – Mantan wakil panglima GAM wilayah Meulaboh Raya, Cut Man, menilai sosok Muhammad Nazar merupakan pribadi yang tepat untuk mengisi kursi Wagub Aceh.
“Hanjeuet laen syit ka paih nyan memang neuduek H. Muhammad Nazar. Beliau sudah sangat pengalaman dan berkemampuan urusan pemerintahan maupun pembangunan,” kata Cut Man kepada wartawan.
“Yang belum layak jangan paksakan keinginan. Lebih baik belajar dulu di posisi-posisi peran yang lain. Sisa jabatan wagub juga tak lama lagi. Hana le watee untuk meureunoe. Lagipun suatu jabatan di dalam sistim demokrasi dan hukum yang berlaku, bukanlah suatu warisan kepada keluarga maupun internal partai. Sama sekali tidak wajib dari internal partai pengusung.”
“Irwandi-Nova juga menang dari suara rakyat, kalau jumlah suara pengurus dan kader partai-pengusung kan sangat sedikit. Apalagi suara dari anggota keluarga kandidat lebih sedikit lagi. Jangan perlakukan pos jabatan itu sebagai warisan. Jadi tak usah dibuat-buat kriteria aneh yang justru melanggar prinsip demokrasi dan hukum,” kata Cut Man.
Mantan anggota DPRK PNA Nagan Raya periode 2012-2017 yang sekarang ikut juga memimpin ormas BAPERA setempat sebagai Ketua, menyatakan, Itulah hebatnya politik demokrasi.
“Dan untuk Aceh sudah harus kita mulai biasakan diri untuk mengutamakan kriteria kemampuan, pengalaman, kelayakan dari segala sisi. Bek le keu galak-galak pileh gubernur wagub. Apalagi ini sisa jabatan singkat untuk pos wagub itu,” jelas Cut Man lagi.
“Saya sebagai kader PNA, saya coba tanya juga kepada banyak orang PNA selain saya, kepada kelompok-kelompok relawan yang berperan sebagai tim pemenangan Irwandi-Nova, saya ikuti juga dari obrolan keinginan masyarakat hingga di warung kopi atau tempat berkumpul umum, semuanya seperti seia sekata menginginkan Muhammad Nazar yang mengisi jabatan tersebut. Menariknya lagi, warga biasa saja sudah mulai bicara kriteria pengalaman, kemampuan, kelayakan dan legitimasi ketokohan.”
Ia sangat mengharapkan, PNA segera memfinalkan pencalonan nama tunggal kandidat wakil gubernur sisa jabatan itu untuk figur mantan wagub Muhammad Nazar. Partai-partai pengusung lain juga pro aktif.
Lebih lanjut Cut man menjelaskan, kunci administrasi pengusungan tahap awal hingga masuk nama ke DPRA untuk dovoting ada pada partai-partai pengusung dan gubernur sendiri. Kewajiban DPRA sekarang wajib mengawasi dan mempertanyakan proses itu. Publik akan melihat siapa yang bermain-main, siapa yang serius. Siapa yang curang dan siapa yang konsisten dengan aturan dan kepentingan rakyat terkait pengisian jabatan wagub Aceh. Apalagi kehendak masyarakat sudah jelas mendesak pengisian jabatan wagub dan menginginkan figur bang Nazar.
“PNA harus istiqamah dan jangan ditunda-tunda lagi finalisasi pencalonan wagub. PNA tak boleh salah memfinalkan figur cawagub karena dapat menjadi masalah bagi rakyat , pembangunan dan bagi PNA sendiri. Muhammad Nazar yang diharapkan masyarakat, termasuk kalangan relawan yang pernah memenangkan Irwandi Nova pada Pilkada 2017, haruslah segera difinalkan. Jangan ada yang ganggu lagi, bang Nazar sudah sangat sangat rapat dan diharapkan rakyat,” kata Cut Man.[]








