SINGKIL – Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Singkil, Sarbaini Agam, mengatakan jajarannya menolak aksi demonstrasi terhadap Wali Nanggroe yang direncanakan akan berlangsung pada 26 Maret mendatang.
“Atas nama KPA Singkil, kami menyatakan menolak aksi ini. Saya juga akan memberikan sangsi tegas kepada anggota KPA Singkil yang kedapatan mengikuti demo ini,” kata Sarbaini atau akrab disapa Agam Kuala ini.
“Kami masih komit di bawah komandon Mualem dan Wali Nanggroe,” kata dia lagi.
Sarbaini juga meminta aparat keamanan untuk menindak tegas setiap aksi yang membawa kerumunan massa di saat pandemi Corona seperti sekarang.
“Siapapun yang melanggar, ditindak sesuai aturan yang berlaku,” kata Sarbaini.
Sarbaini mengatakan KPA memiliki struktur komandon dan berjalan hingga saat ini.
Sebagaimana yang diketahui, aksi 26 Maret disponsori oleh Syeky, salah seorang warga Aceh yang pernah menetap di Australia.
Sebelumnya, Syeky juga pernah menyerukan aksi ‘bebaskan Irwandi Yusuf’ pasca ditangkap beberapa waktu lalu. Awalnya, aksi dengan tuntutan bebaskan Irwandi Yusuf digadang-gadang bakal menghadirkan ribuan massa. Namun saat hari H, massa yang datang cuma belasan orang.










