Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Pilkada 2022 Gagal, Taufiq A. Rahim: Padahal APBA Lebih dari 17 Triliun

Atjeh Watch by Atjeh Watch
03/04/2021
in Lintas Barat Selatan
0
Pilkada 2022 Gagal, Taufiq A. Rahim: Padahal APBA Lebih dari 17 Triliun

BLANGPIDIE – Permasalahan Aktual dan Faktual Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh sesuai dengan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), semestinya berlangsung lima tahun sekali, ternyata itu tidak jadi, karena alasan ketiadaan penempatan anggaran Pilkada sekitar Rp 214 milyar, ini sangat aneh, gagal nalar dan tidak logis sama sekali.

Pernyataan tersebut diatas disampaikan oleh Pengamat Politik Aceh Dr. Taufiq A. Rahim pada awak media melalui telepon seluler, Sabtu (03/04/2021).

Ia menambahkan, jika dipahami dan dicermati bahwa Anggaran Pendapata dan Belanja Aceh itu lebih Rp 17 Triliun, ternyata untuk memenuhi anggaran Pilkada tidak mampu disediakan oleh Pemerintah Aceh, yang semestinya patuh serta konsisten melaksanakan UUPA dalam mengurus serta mengelola Aceh serta seluruh dimensi kehidupan rakyat Aceh, termasuk komitmen serta memiliki keinginan politik yang kuat terhadap pelaksanaan Pilkada Aceh sesuai dengan peraturan perundang-undangannya lima tahun sekali. Jika Pilkada yang lalu dilaksanakan 2017, maka Pilkada kedepan semestinya harus dilakukan pada 2022 mendatang.

“Seringkali kita disuguhkan retorika, bahwa selalu tunduk dan patuh dengan aturan perundang-undangan yang berlaku oleh para pejabat Aceh, elit politik Aceh dan para pemangku kekuasaan politwik, Birokrasi dan para Pejabat di Aceh. Namun demikian, perilaku tidak pantas berlaku saat ketentuan di Aceh dibenturkan dengan peraturan Pemerintah Pusat. menjadi “keok”, konyol tidak berdaya bahkan ketakutan kehilangan jabatan, juga terutama pejabat eksekutif dan legislatif (Guberbur Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh/DPRA) menjadi kehilangan nyali dan ketakutan sendiri. Jadi “omong kosong” jika retorikanya selama ini sesuai dengan aturan serta hati nurani keinginan politik rakyat,” ungkap Taufiq A. Rahim.

Demikian juga, sambungnya. Jika ditilik APBA bahwa hampir 65-70% digunakan untuk belanja pegawai sekitar 830 miliyar diluar Dana Otonomi Khusus (Otsus). Karena itu APBA ditambah Otsus, UUPA sebagai turunan Memorandum of Understanding (Perjanjian Damai) Aceh, dimana ini berlaku akibat darah dan nyawa rakyat Aceh dikorbankan saat Konflik.

Kayanya lagi. Hari ini untuk sebuah keinginan patuh kepada UUPA saja para Pejabat, Elite dan Pemerintah Aceh tidak mampu melakukannya. Hanya saja menikmati fasilitas dan pengorbanan rakyat untuk bersenang-senang serta memperkaya diri bersama kelompoknya serta partai politiknya, saat-saat tertentu saja memerlukan rakyat, bahkan tanpa sungkan, malu serta “segan-silu” mengharapkan rakyat memilihnya, jika perlu dengan cara “money politics/politik uang” agar dipilih, namun setelah menjabat semua keinginan rakyat dan undang-undang dibaikan sama sekali.

“Ini aneh, sehingga mesti menjadi catatan dan ingatan rakyat Aceh, bahwa pejabat dan elite Aceh saat ini adalah kumpulan para “penipu dan pembohong” yang hanya berfikir untuk dirinya sendiri, kelompok dan partainya saja. Ingat bahwa, kebijakan politik anggaran publik APBA lebih Rp 17 triliun, tetapi untuk anggaran Pilkada Rp 214 milyar tidak mampu diwujudkan dan dipenuhi, sebagai konsekwensi menghargai keinginan politik rakyat 5 tahun sekali,” pungkas Taufiq A. Rahim.

Reporter: Rusman

Previous Post

Untuk Mencegah Stunting dan Kurang Gizi, Masyarakat Diminta Gemar Makan Ikan

Next Post

Ketua DPR Aceh Ditantang Tutup Kantor Jika Pilkada Tak Jadi 2022

Next Post

Ketua DPR Aceh Ditantang Tutup Kantor Jika Pilkada Tak Jadi 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026
BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

BPMA, SKK Migas dan KKKS Perkuat Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas Aceh

21/08/2026
Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

Krak, Kapolda-Wakapolda dapat Pin Emas Kapolri Usai Tangani Pengibaran Bulan Bintang di Hari Damai Aceh

21/08/2026
Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

Kemnaker Perkuat Ekonomi Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi di Aceh

21/08/2026
Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

Pemko Banda Aceh Dorong Gampong Dukung Pengelolaan Air Limbah Berkelanjutan

21/08/2026

Terpopuler

Pilkada 2022 Gagal, Taufiq A. Rahim: Padahal APBA Lebih dari 17 Triliun

Pilkada 2022 Gagal, Taufiq A. Rahim: Padahal APBA Lebih dari 17 Triliun

03/04/2021

Kegiatan HUT RI Ke-81 di Salah Satu SMA Abdya Disorot, Siswa Laki-laki Gunakan Pakaian Perempuan Saat Perlombaan Olah Raga

Peringati HUT ke-81 RI, Residen Rehabilitasi IPWL Kayyis Ahsana Aceh Jadi Pengibar Bendera dalam Kolaborasi Bersama Mahasiswa UIN Ar-Raniry

Bupati Abdya Naikkan Gaji Pasukan Hijau dan Berikan Bonus Rp 10 Juta

Dosen UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Presentasikan Artikel pada IDMAC 2026 di Malaysia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com