Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] KPK, Uni Soviet dan Nazi

Admin1 by Admin1
26/06/2021
in Opini
0
[Opini] KPK, Uni Soviet dan Nazi

Penulis adalah Rahmat fahlevi-Mahasiswa Himapol Fisip Universitas Syiah Kuala.

Pasca kasak kusuk RUU KPK kemarin yang mewajibkan setiap pegawai KPK menjadi aparatur sipil negara timbullah beberapa bentuk perlawanan mulai dari civil society, akademisi yang membuat petisi hingga Mahasiswa yang seperti biasa dalam bentuk civil disobedience atau lebih tepatnya adalah demonstrasi.

Dari beberapa insentif yang di dapat Mahasiswa terkait kondisi KPK sekarang, mulai dari film dokumenter yang disutradarai Dandhy Laksono menayangkan kepada publik bagaimana proses dekonstruksi terhadap lembaga anak emas reformasi yaitu KPK dengan stigma isu Taliban, radikalisme serta TWK yang dilumuri pertanyaan-pertanyaan konyol sekaligus merambat ke ranah privat.

Hal itu cukup membuat publik geram dengan pelemahan KPK, karena instansi tersebut merupakan tempat masyarakat menggantung harapan agar pemerintah di detoksifikasi dari racun patologi.

Beberapa hari yang lalu, media-media lokal di Aceh gencar memberitakan bahwa KPK sedang masuk ke Aceh guna untuk menginspeksi anggaran pembelian KMP Aceh hebat.

Pemeriksaan yang dilakukan KPK mulai dari Sekda Aceh dr. Taqwallah, kepala Dishub Aceh Junaidi beserta jajarannya.

Masyarakat Aceh khususnya, menangkap semiotik yang disinyalir oleh pemerintahan Aceh memiliki kejanggalan dalam birokrasi maka oleh karena itu dalam beberapa kolom komentar netizen menyambut meriah kedatangan KPK dan berharap di usut tuntas jika ada kejanggalan dalam pembelian KMP Aceh hebat.

Tidak hanya itu, mengingat gejala korupsi sangat licin, kami mahasiswa Himpunan mahasiswa ilmu Politik (Himapol) sangat berharap agar KPK tidak hanya monoton pada satu kasus tersebut, melainkan harus out of the box dalam menginvestigasi terkait segala sesuatu dengan pengalokasian anggaran ke segala dimensi di Aceh.

Ada idiom lama yang mengatakan bahwa “KPK tidak berani masuk ke wilayah bekas konflik karena takut akan menimbulkan konflik”

Aceh merupakan bekas wilayah konflik, penangkapan mantan Gubernur Aceh Abdullah Puteh dan Irwandi menunjukkan idiom itu klise.

Kami mahasiswa Himapol berharap agar KPK bertaji dalam medan apapun, terbebas dari berbagai bujukan, kolusi walaupun KPK sedang berada di kondisi kritis yang mengalami distrust dari publik.

Saat ini polarisasi antara publik dan KPK laksana Uni soviet dan sekutu pada perang dunia ke-2. Namun dalam konteks Aceh, pemerintah Aceh saat ini ibarat Nazi yang dipimpin Hitler.

Pada perang dunia ke-2, sekutu mampu mengalahkan Nazi karena berkoalisi dengan Uni Soviet.

Ini bukanlah bentuk sikap standar ganda mahasiswa, hal yang harus dilakukan civil society, akademisi hingga mahasiswa Aceh sekarang adalah mendukung KPK dengan beberapa amunisi baru sesudah revisi dalam proses pemeriksaan karena pada dasarnya manusia berkumpul karena dua hal yang pertama didorong oleh kepentingan bersama (common interest) dan yang kedua didorong oleh musuh bersama (common enemy) dan posisi Pemerintahan Aceh sekarang ada pada common enemy.

 

Previous Post

241 Orang Disuntik di Hari Keempat Vaksinasi Massal Tahap 2 , Total 8.478 Orang

Next Post

Tim PON Aceh Imbangi PSMS Medan di Harapan Bangsa

Next Post
Tim PON Aceh Imbangi PSMS Medan di Harapan Bangsa

Tim PON Aceh Imbangi PSMS Medan di Harapan Bangsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

02/04/2026
Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

10 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Akibat Banjir Bandang

02/04/2026
Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

02/04/2026
PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

02/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com