TAPAKTUAN – Rangkaian webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh Presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh dengan mengusung tema “Literasi Digital Sarana Meningkatkan Pengetahuan”.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 29 Juni 2021 pukul 14.00–17.00 WIB ini mengupas tentang bagaimana literasi digital bisa menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pengetahuan.
Pada webinar yang menyasar target segmen kepala sekolah, guru, serta mahasiswa dan sukses dihadiri 468 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dr Kaswanto, dosen IPB dan praktisi; Resista Vikaliana, dosen, penulis buku, dan penggiat taman baca; Dr Hendra Syahputra, dosen UIN Ar-Raniry; dan Sofyanto, guru dan penggerak Guru Mendunia. Penggiat media sosial Fithri Widanarty bertindak sebagai key opinion leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Sesi pertama tampil Dr Kaswanto, memaparkan ada enam basic digital yang harus dimiliki, yaitu digital foundation skills, communicating, handing information and content, transacting, being safe and legal online. Seluruh masyarakat harus memiliki kemampuan digital skills sebelum ke tujuan lainnya. Buka pikiran kita untuk menerima segala perubahan.
Giliran pembicara kedua, Resista Vikaliana, menjelaskan tips untuk menghindari spamming, yaitu menggunakan password yang susah di-crack, gunakan teknik two-step authentication, melakukan scanning attachment dengan antivirus, mematikan fitur keep signed in atau remember me.
Tampil sebagai pembicara ketiga Dr Hendra Syahputra, mengatakan personal branding adalah apa yang orang lain katakan tentang kita saat kita tidak berada di ruangan itu. Kita semua memiliki sikap dan keyakinan tentang merek seperti kekuatan, original, konsisten, terlihat, dan terukur berdasarkan pengalaman kita.
Pembicara keempat Sofyanto, menuturkan webinar bermanfaat untuk menambah ilmu dan pengetahuan, untuk berbagi ide dan inspirasi, promosi produk, sosialisasi kebijakan, dan personal branding.
Fithri Widanarty sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan digital safety sangat penting bagi kita sebagai pengguna digital. Kita harus bisa meng-update informasi dan meng-upgrade diri dengan dunia digital ini.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya Frengki Pangaribuan bertanya kepada Resista Vikaliana, bagaimana memaksimalkan literasi digital sebagai sarana pengetahuan di pedalaman? Narasumber menjawab sinyal memang menjadi hambatan. Kita bisa menggunakan aplikasi lain yang lebih bermutu dan sinkron. Kita bisa menggunakan Google Classroom, Youtube agar sinkron.
Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan masif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktivitas di ranah digital.[]








