LHOKSUKON — Rangkaian webinar sebagai bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital yang pada 20 Mei 2021 lalu telah dibuka oleh Presiden Jokowi kembali bergulir. Kali ini di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh dengan mengusung tema “Peran Literasi Digital dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan”.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 1 Juli 2021 pukul 09.00–12.00 WIB ini mengupas tentang bagaimana peran literasi digital dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Pada webinar yang menyasar target segmen guru, pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum dan sukses dihadiri 324 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, Lucia Maduningtias, seorang Dosen dan Penggiat Literasi Digital; Rr Vemmi Kesuma Dewi, seorang Dosen dan Praktisi Pendidikan Ramah Anak; M Nasir, Kasi Kurikulum dan Pendidikan Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara; dan Dosen IAIN Lhokseumawe. Penggiat media sosial Rezky Firmansyah bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Hadir pula selaku Keynote Speaker, Samuel A. Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Pada sesi pertama tampil Lucia Maduningtias menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi yang telah banyak mempengaruhi kehidupan manusia. Kehadiran internet adalah jembatan bagi banyak kalangan. Begitu juga dalam meningkatkan mutu dalam pendidikan. Karena peran literasi digital sangat besar dalam pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 ini.
Giliran pembicara kedua, Rr Vemmi Kesuma Dewi, menjelaskan secara umum adalah suatu masa yang sudah mengalami perkembangan menuju segala sesuatu yang serba digital. Semua kegiatan dalam kehidupan sudah dipermudah dengan adanya teknologi yang lebih modern dengan tuntutan dari masyarakat sendiri untuk melakukan hal yang lebih praktis dan efisien. Dan pada pandemi Covid-19 saat ini memaksa dunia mengalami percepatan transformasi digital.
Tampil sebagai pembicara ketiga M Nasir, mengatakan pandemi Covid-19 berpengaruh di berbagai bidang. Di bidang ekonomi, banyak kegiatan ekonomi terhenti atau menurun yang berakibat pada PHK, lapangan kerja menurun, angka pengangguran meningkat. Dalam sosial banyak peningkatan kasus kejahatan, kasus orang stress atau tertekan masalah psikologi. Dalam pendidikan banyak perubahan pelaksanaan pendidikan bila pengelolaan kurang baik menyebabkan penurunan mutu pendidikan.
Pembicara keempat Syarifah Rahmah, menuturkan pendidikan agama sangat penting ditanamkan sejak usia dini. Langkah ini perlu dilakukan untuk membangun perkembangan mental anak. pendidikan agama melalui peran orang tua dan keluarga. Keterlibatan orang tua dan keluarga sangat penting dalam mendidik agama, selain bisa memahami ajaran agama secara baik dan benar sekaligus bisa mencegah paham radikalisme dan ekstremisme.
Rezky Firmansyah sebagai key opinion leader dalam webinar kali ini, menuturkan digital kita belum bisa menyeluruh seluruh Indonesia. Kita bisa menggunakan media sosial sebagai tools dengan sepintar-pintarnya kita, digunakan untuk sarana yang.
“Media sosial digunakan untuk menyebarkan value kita, maka jika value kita tidak baik maka yang disebarkan juga tidak baik, solusinya adalah keluarga memberikan waktu untuk melihat perkembangan anaknya dan tidak asal menitipkan anak terhadap gadget karena teknologi akan terus berkembang dan untuk beberapa orang akan kesulitan dengan pesatnya pertumbuhan teknologi ini. Hal yang penting adalah adanya kemauan untuk belajar,” katanya.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Salah satunya dari Endang memberikan pertanyaan kepada Syarifah Rahmah, bagaimana orang tua bisa menguasai teknologi digital? Narasumber menjawab solusinya adalah terus belajar karena proses belajar tidak pernah berhenti. Carilah orang-orang yang paham agar dapat belajar dari orang tersebut. Orang tua diharuskan hidup di era digital serta menjadi cerdas dan membangun komunikasi cerdas dengan anaknya sehingga anak tersebut tidak rusak karena kelalaian orang tua sendiri karena tidak ada kemauan dalam belajar hal yang baru.
Webinar ini merupakan satu dari ribuan webinar yang secara simultan dan massif diselenggarakan di seluruh daerah di Indonesia. Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Namun pada saat bersamaan, data menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital Indonesia masih di bawah tingkatan baik. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.[]









