Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Sosok

Teuku Nyak Arif; Gubernur Aceh Pertama yang Disegani Belanda

Admin1 by Admin1
18/07/2021
in Sosok
0
Teuku Nyak Arif; Gubernur Aceh Pertama yang Disegani Belanda

Nyak Arif. wikipedia.org

Jakarta – Teuku Nyak Arief yang merupakan tokoh Pahlawan Nasional Indonesia yang berjuang di Aceh. Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh periode pertama (1945-1946). Seperti namanya, Nyak Arief merupakan seorang bangsawan terpelajar yang sangat menentang pemerintahan kolonial Belanda.

Teuku Nyak Arief lahir di Ulee Lheue, Banda Aceh, Aceh pada 17 Juli 1899 dan mendapat gelar bangsawan dari kedua orang tuanya. Ayahnya, Teuku Sri Imeum Nyak Banta merupakan seorang kepala daerah dan ibunya, Cut Nyak Rayeuh merupakan bangsawan dari tanah kelahiran Nyak Arief.

Nyak Arief menyelesaikan sekolah dasarnya di Kuta Raja dan melanjutkannya ke Sekolah Kweekschool di Bukit Tinggi jurusan Pamong Praja (pemerintahan) pada 1908. Pendidikannya berlanjut ke Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren (OSVIA) di Banten.

Semasa sekolah ia dikenal sebagai murid yang cerdas dan tegas. Tidak hanya itu, ia juga menjadi teladan bagi kawan-kawan seperjuangannya. Walaupun memiliki sikap yang cerdan dan juga ramah kepada sesama temannya, Nyak Arief juga memiliki sifat yang yang tidak mau tunduk kepada Belanda.

Berbekal ilmu yang ia pelajari semasa sekolah, setelah itu ia bergabung dengan organisasi Nationale Indische Partij (NIP) yang mulanya bernama Insulinde yang diketuai oleh Douwes Dekker pada 1918 di Jakarta. Dalam kurun waktu 1918-1920 ia juga bekerja sebagai pegawai urusan distribusi makanan beras rakyat.

Sebelum menjadi seorang Gubernur pada 1945, Nyak arief pernah menjabat sebagai anggota Dewan Rakyat atau Volksraad pada 16 Mei 1927. Hal ini ia dapatkan karena kecakapan dan keberaniannya dalam menghadapi pembesar-pembesar pemerintah kolonial. Lebih lanjut, Teuku Nyak Arief kerap menunjukkan kritik-kritiknya untuk kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Belanda.

Diberbagai surat kabar ia juga sering disebut sebagai ‘anak Aceh yang berani dan lurus’. Hal ini dikarenakan kepiawaiannya dalam menandingi orang-orang Belanda yang gemar berolah kata di sidang Volksraad. Adapun tokoh-tokoh yang ia hadapi kala itu, Mr Drs Fruin, Lighart, dan seorang wartawan ulung Belanda bernama Zentgraaf.

Ia berhenti menjadi anggota Volksraad pada 1931. Setal itu ia melanjutkan menjadi pemimpin gerakan bawah tanah rakyat Aceh pada 1932. Ketika menjadi pemimpin ia kerap membela nasib rakyat kecil dan tidak segan-segan bertindak kepada musuhnya baik di dalam maupun luar daerah kekuasaan. Tidak heran jika ia dijuluki Ulebalang (Panglima) yang amat disegani baik oleh rekan-rekannya maupun oleh Belanda.

Teuku Nyak Arief meninggal pada 4 Mei 1946 di Takengon setelah ditahan Tentara Perlawanan Rakyat atau TPR. Menukil acehprov.go.id, jauh sebelum itu, Teuku Nyak Arief sudah menderita penyakit gula atau diabetes yang cukup parah.

Sumber: tempo

Previous Post

NASA Temukan Sistem Misterius di Bawah Antartika Terhubung ke Seluruh Bumi

Next Post

Gagara ‘Bank Syariah’ Penyaluran Bansos ke Aceh Tertunda hingga Dua Bulan

Next Post
Gagara ‘Bank Syariah’ Penyaluran Bansos ke Aceh Tertunda hingga Dua Bulan

Gagara 'Bank Syariah' Penyaluran Bansos ke Aceh Tertunda hingga Dua Bulan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mantan Kepala SMAN Taman Fajar Nakhodai SMKN 1 Idi

Mantan Kepala SMAN Taman Fajar Nakhodai SMKN 1 Idi

25/07/2026
TA Khalid Apresiasi Langkah Cepat KKP, Refocusing Anggaran Selamatkan Tambak Pidie Jaya

TA Khalid Apresiasi Langkah Cepat KKP, Refocusing Anggaran Selamatkan Tambak Pidie Jaya

25/07/2026
67 Siswa Baru SMAN 1 Madat Dapat Pakaian Sekolah Gratis

67 Siswa Baru SMAN 1 Madat Dapat Pakaian Sekolah Gratis

25/07/2026
Mahasiswa KKN USK Gelar Nobar Film Edukatif untuk Tanamkan Karakter Anak di Cut Langien

Mahasiswa KKN USK Gelar Nobar Film Edukatif untuk Tanamkan Karakter Anak di Cut Langien

25/07/2026
APRI: Jangan Samakan Penambang Rakyat dengan PETI

APRI: Jangan Samakan Penambang Rakyat dengan PETI

25/07/2026

Terpopuler

Teuku Nyak Arif; Gubernur Aceh Pertama yang Disegani Belanda

Teuku Nyak Arif; Gubernur Aceh Pertama yang Disegani Belanda

18/07/2021

Ratusan Personel dan Alat Berat Dikerahkan untuk Tata Ruang Kota Banda Aceh

Tak Tunggu Anggaran Cair, KKP Kebut Pemulihan 745 Hektare Tambak Pidie Jaya Demi Kebangkitan Ekonomi Petambak

Nyan, BPH Migas Temukan Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Aceh

HUT ke-25 Demokrat, DPC Pidie Pilih Bersihkan Masjid, Hijaukan Lingkungan, Donorkan Darah untuk Masyarakat

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com