Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital

Admin1 by Admin1
28/08/2021
in Lintas Timur
0

Karangbaru — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Sabtu, 21 Agustus 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Menjadi Pendidik Cerdas dan Cakap Digital”.

Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitifnya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target siswa, guru, dan mahasiswa, dihadiri oleh sekitar 598 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Nida Nidiana, Higher Primary Academic Coordinator Sekolah Madania; Nursatyo, S.Sos, M.Si, Bid. Ilmu Komunikasi; Safrizal, M.Sos, Pendamping Guru Penggerak/Guru SMAN 1 Langsa; dan Dr. Ridhwan, M.Pd, Dosen STKIP Al-Washliyah. Popi Anggraini sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada sesi pertama, Nida Nidiana menyampaikan laporan DCI dari Microsoft yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dari seluruh dunia mendapatkan hasil survei yang diikuti 16.000 responden dari 32 wilayah dan 503 responden berasal dari Indonesia. Hasil studi tersebut menyebutkan netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Akibat pengumuman itu, akun Instagram Microsoft diserang habis-habisan sampai memilih menutup kolom komentar mereka.

Giliran pembicara kedua, Nursatyo, S.Sos, M.Si mengatakan internet sehat dan aman adalah penggunaan internet secara bijak sehingga memaksimalkan dampak positif internet dan meminimalkan dampak negatif dari berinternet, agar tercipta masyarakat cerdas dan produktif. Pentingnya proteksi perangkat digital: penggunaan perangkat digital dan internet sudah menjadi kebutuhan dasar manusia karena dapat digunakan untuk segala hal: bekerja, belajar, mengerjakan tugas, main game, media social, menikmati video, music, membaca berita, belanja online, transfer uang, dan lainnya. Kejahatan cyber biasanya dari hacker, spam, malware, phising, dan spyware.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Safrizal, M.Sos, menjelaskan skill yang dibutuhkan untuk era yang semakin serba digital tentunya ada banyak sekali pilihannya. Sebagaimana diketahui, memang ada banyak sekali hal yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Perkembangan era digital saat ini begitu pesat. Tentunya akan sangat disayangkan apabila tidak dibarengi dengan kemampuan mengikuti perkembangan zaman.

Pembicara keempat, Dr. Ridhwan, M.Pd menuturkan efek Covid-19 menyebabkan yang kegiatan offline menjadi online termasuk dalam pembelajaran online. Pembelajaran online ada benefit yang kita dapati yaitu membantu pemahaman, menambah keaktifan dan learning community, meningkatkan skill digital dan kemampuan berfikir, lebih menarik dan interaktif, mempersingkat waktu untuk belajar, tanpa terbatas ruang dan waktu. Prosedur pengembangan; tahap identifikasi masalah, studi literatur analisis kemampuan awal analisis pembelajaran. tahap pengembangan dan implementasi; prototype 1 validasi ahli, prototype 2 tahap evaluasi; uji kepraktisan prototype 3 uji keefektifan; hasil pengembangan.

Popi Anggraini selaku Key Opinion Leader menyampaikan tips dari saya adalah buat ruangan belajar yang menarik dan buat laptopnya ke arah dinding. Hal tersebut membuat anak lebih fokus dalam pembelajaran online.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Wulan Indah Sari yang bertanya apakah dampak penggunaan gadget bisa mempengaruhi psikis dalam belajar? Narasumber Nursatyo, S.Sos, M.Si menanggapi penggunaan gadget berlebihan itu tidak baik. Apalagi sudah kecanduan. Kalau sudah kecanduan kurangi pelan pelan dalam penggunaan. Untuk orang tua kita perlu mengedukasi anak dalam hal tersebut. Kalau anak sudah kecanduan ortu harus memberi kesepakatan.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Tamiang. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[]

Previous Post

Etika Berinternet: Ingat! Jarimu Harimaumu!

Next Post

Bijak Kenal UU IT Modal Aman Interaksi Digital

Next Post
Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital

Bijak Kenal UU IT Modal Aman Interaksi Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

HT Ibrahim: Anggaran BNN Aceh Kecil, Habis untuk Gaji dan Operasional Terbatas

HT Ibrahim: Anggaran BNN Aceh Kecil, Habis untuk Gaji dan Operasional Terbatas

28/10/2026
Pemkab Nagan Raya Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026

Pemkab Nagan Raya Gelar Upacara Hari Sumpah Pemuda 2026

28/10/2026
Disdukcapil dan Dinas Sosial Abdya Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan

Disdukcapil dan Dinas Sosial Abdya Tandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Data Kependudukan

28/10/2026
Reses di Peunayong, Zidan Al Hafidh Tampung Aspirasi Warga

Reses di Peunayong, Zidan Al Hafidh Tampung Aspirasi Warga

28/10/2026
Ketua BNN Aceh: Qanun Jadi Prioritas Perang Melawan Narkotika

Ketua BNN Aceh: Qanun Jadi Prioritas Perang Melawan Narkotika

28/10/2026

Terpopuler

Nyan, Bupati Pidie Jaya Ingatkan SKPK, Jangan Tunggu Terjerat Hukum Baru Cari Jaksa!

Nyan, Bupati Pidie Jaya Ingatkan SKPK, Jangan Tunggu Terjerat Hukum Baru Cari Jaksa!

28/10/2026

Polres Abdya Tangkap Dua Pelaku Penganiayaan Berat yang Mengakibatkan Kematian

Kompol Usman Masuk Batalyon A Pelopor Brimob Polda Aceh Kompol Siswandi ke Batalyon C

Nyan, Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Tantang Pemuda Pidie Jaya Berkontribusi Nyata

Guru Besar UIN Ar-Raniry berkolaborasi dengan akademisi Belanda dan Maroko

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com