SIGLI – Pengurus PA, KPA, DPRK Fraksi PA dan Relawan Muda Partai Aceh (RMPA) Pidie mengunjungi masyarakat banjir bandang Tangse, Minggu 30 Oktober 2021.
Rombongan Ini berjumlah puluhan orang berangkat dari Kantor DPW PA Pidie dari pukul 09.30 WIB dan sesampai di lokasi banjir diterima oleh Camat, unsur Forkopimcam, Imum mukim, geuchik dan tokoh masyarakat setempat.
Adapun kawasan Banjir yang dikunjungi rombongan ini meliputi Gampong Peunalom 1, Peunalom 2 dan Gampong Layan.
Tampak dalam rombongan Ketua KPA Wilayah Pidie Bahtiar Abdullah (Pang Madon), Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail, Ketua Fraksi PA DPRK Pidie Muhammad Ibrahim, serta anggota DPRK Pidie fraksi PA Ibrahim CIA, Abdul Rauf, Elidawati, pengurus RMPA dan segenap pengurus dan kader muda PA.
“Maksud dan tujuan kedatangan kami sebagai bentuk keprihatinan kepada para korban banjir bandang, sekaligus memberikan dukungan bantuan terutama dalam masa panik ini guna meringankan beban masyarakat yang tertimpa bencana ini,” kata Pang Madon.
“Adapun bantuan yang di bawakan dengan mobil double cabin itu dalam bentuk sembako meliputi Beras, minyak goreng, telor, Mie instans dan air mineral untuk kebutuhan dasar dalam masa panik ini, kami berharap bantuan ini jangan dilihat dari besar-kecil jumlahnya. Tetapi, sebagai bentuk perhatian dan kepedulian PA dan KPA wilayah Pidie kepada masyarakat yang saat ini tertimpa bencana apalagi dimasa pandemi seperti ini,” sebut Pang Madon lagi dihadapan tokoh masyarakat setempat.
“Saya mengajak semua pihak untuk terus membantu saudara saudara kita yang tertimpa musibah di sini. “
Ketua DPRK Pidie Mahfuddin Ismail yang hadir di lokasi banjir menyebutkan, banjir kali ini lebih parah kerusakan dari sisi infrastrukturnya.
“Kami melihat ada 9 titik ruas jalan terputus, malah kebanyakan sudah merambah ketanah warga dan pekarangan rumah masyarakat. Jelas sekali nampak bahwa transportasi warga terputus total, artinya masyarakat harus mencari jalan alternatif dengan memotong pekarangan rumah orang lainnya, makanya perlu secepat mungkin pemerintah terutama Pemkab Pidie mengambil tindakan, agar persoalan yang sangat urgen ini cepat teratasi,” katanya.
Kata Ketua DPRK, hasil wawancara engan Camat Tangse, Muhammad Irfan Islami dan tokoh masyarakat setempat disebutkan bahwa korban banjir bandang tahun ini lebih kurang 162 KK dengan jumlah penduduk di tiga gampong ini hampir 3.000-an.
“Kita ketahui bahwa banjir diwilayah ini sering x terjadi mungkin salah satunya karena faktor kerusakan lingkungan dan tentu curah hujan tinggi.”
“Kalau saya melihat ini (banjir-red) adalah impact (dampak) dari kerusakan lingkungan di sekitar ini ,” kata mahfud saat mengelilingi kampong – kampong dalam lokasi tersebut.
Menurutnya, kerusakan lingkungan terutama akibat perambahan hutan (ilegal logging) harus mendapat perhatian serius semua pihak. Minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan masih menjadi salah satu pemicu utama terjadinya bencana alam. Dampak dari kerusakan lingkungan itu akan terus terjadi jika upaya pencegahan tak dilakukan.
Ketua Fraksi PA DPRK Pidie Muhammad Ibrahim yang juga putra Tangse mengatakan bahwa PA tetap bergerak cepat memberikan perhatian terkait setiap musibah yang menimpa masyarakat.
“Dan dalam musibah banjir bandang Tangse ini kami sangat mengharapkan perhatian pemerintah terutama pemerintah Aceh dan Pemerintah Pidie untuk terus memikirkan persoalan banjir Tangse ini menjadi persoalan yang Harus di carikan solusi karena memang kawasan ini sudah menjadi langganan banjir. Pemerintah harus hadir untuk memikirkan strategi pencegahan dan pasca banjir, ya langkah pertama menetapkan status banjir dulu nanti baru di lakukan penanganannya,” kata dia.









