BANDA ACEH – Ajang Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) I se-Indonesia Tahun 2021 Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, resmi dibuka di Hotel Hermes Palace, Banda Aceh pada Kamis 18 November 2021.
Acara tersebut ditandai dengan penabuhan rapai oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof Dr Suyitno M Ag, serta didampingi oleh Kepala Dinas Syariat Islam Prov. Aceh Dr EMK Alidar M Hum, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Warul Walidin AK MA, dan Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Dr Saifullah Idris M Ag.
Dalam sambutanya, Prof Suyitno menyampaikan, Aceh tidak hanya dijuluki sebagai Serambi Mekkah, tapi Aceh juga dapat dijuluki sebagai Serambi Ilmu Pengetahuan. Atas dasar inilah, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dipilih sebagai sebagai tuan rumah OASE PTKI yang pertama.
“OASE PTKI pertama ini harus dimulai dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, karena Aceh adalah tempat yang melahirkan para ulama-ulama besar dengan segala kecendikiawanannya, siapa yang tidak mengenal Syekh Naruddin Ar-Raniri, Syekh Abdurrauf As-Singkili, Hamzah Fansuri, dan banyak Ulama besar lainnya. Maka, dengan pelaksanaan OASE perdana ini di UIN Aa-Raniry Banda Aceh, Insya Allah nantinya, Aceh akan kembali menjadi kiblat ilmu pengetahuan untuk Indonesia dan Dunia,” ujarnya
Di samping itu Suyitno mengatakan, hadirnya OASE PTKI ini, sebagai sarana strategis tradisi riset dan kajian keilmuan berbasis keagamaan demi kejaan Islam.
“Dan, kita patut bersyukur kepada Allah SWT, di masa pandemi ini kita masih bisa melaksanakan kegiatan ini. Tentunya, dengan menerapkan protokol kesehatan, dan kita tidak boleh lengah dengan pandemi yang seperti ini,” kata Suyitno.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prof Warul Walidin mengatakan dalam sambutannya, OASE merupakan bentuk transformasi dari kegiatan yang semula bernama Pekan ilmiah Olahraga Seni dan Riset (PIONIR) yang kemudian dikembangkan menjadi dua event, yaitu OASE dan Pekan Seni OlahragaNasional (PESONA).
Sebelumnya, UIN Ar-Raniry juga dipercayakan menjadi tuan rumah PIONIR. Kemudian sekarang kembali dipercayakan menjadi tuan rumah untuk kegiatan OASE PTKI Pertama.
“Ini sungguh luar biasa, dan merupakan sebuah kehormatan serta keistimewaan yang diberikan oleh Kementerian Agama RI kepada Kampus Jantung Hate Rakyat Aceh,” ujar Warul Walidin.
Lebih lanjut Warul mengatakan, pelaksanaan kegiatan OASE PTKI I se-Indonesia Tahun 2021, dapat menyediaka ajang kompetisi dalam bidang agama, sains, dan riset, bagi mahasiswa PTKI secara nasional.
Kompetisi ini juga sebagai upaya integrasi dalam menumbuh kembangkan motivasi belajar, kreativitas, dan daya saing mahasiswa untuk berprestasi, semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Di sisi lain, pelaksanaan OASE PTKI I se IndonesiaTahun 2021 adalah sebagai, upaya meningkatkan memotivasi mahasiswa di bidang intelektual dan spiritual berdasarkan nilai keislaman yang diwujudkan dalam kemampuan analisis, nalar dan kemampuan menyelesaikan masalah.
“Serta, meningkatkan daya kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis agama,” kata Rektor UIN Ar-Raniry.
Kemudian, pada kesempat yang sama. Ketua pelaksana kegiatan Dr Saifullah Idris menyampaikan dalam laporan kegiatan. Kegiatan OASE PTKI I se-Indonesia 202 telah kami persiapkan semaksimal mungkin selama lebih kurang 3 bulan. Kegiatan OASE ini sedang berlangsung dari 23 Oktober s.d 28 November 2021.
Sebanyak 2.955 peserta dari total 184 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta (PTKIN) dan PTKIS) se-Indonesia ikut serta dalam 23 cabang lomba yang diperlombakan pada OASE pertama ini.
Adapun, 23 cabang lomba yang dimaksud adalah lomba bidang Sains diikuti oleh 466 peserta yang terdiri dari 146 peserta cabang lomba Biologi, 86 peserta cabang lomba Fisika, 89 peserta cabang lomba Kimia, dan 145 cabang Matematika.
Kemudian, Lomba Karya Inovasi diikuti oleh 957 peserta yang terdiri dari 39 Tim cabang lomba Literasi dan Inovasi Teknologi, 15 Tim cabang lomba Nanoteknologi, 43 Tim cabang lomba Produk Halal dan Ketahanan Pangan, 28 Tim cabang lomba Iklim Limbah, Lingkungan dan Sumber Daya, 42 Tim cabang lomba Sosial keagamaan, 50 Tim cabang lomba Media pembelajaran, 21 Tim cabang lomba Desain dan Arsitektur Islami, 13 Tim cabang lomba Deteksi dan Mitigasi Bencana, 15 Tim cabang lomba Astronomi/Ilmu Falak, 25 Tim Robotik dan Progamming, 70 Tim cabang lomba Karya Tulis Al-Quran.
Selanjutnya, Perlombaan Debat ilmiah diikuti oleh 205 Tim yang terdiri dari 67 Tim cabang lomba Debat Bahasa Arab, 69 Tim cabang lomba Debat Bahasa Inggris, dan 69 Tim cabang lomba Konstitusi.
Lalu, perlombaan Business Plan diikuti oleh 92 Tim, lomba Qiraatul Qutub Putra diikuti 105 peserta dan 98 peserta Putri. Lomba Fahmil Al-Quran diikuti 117 Tim, lomba Story Telling diikuti 99 peserta, dan lomba Dai Mahasiswa Putra diikuti oleh 118 peserta, dan Dai Mahasiswa Putri diikuti oleh 113 peserta.
Peserta setiap cabang lomba, telah mengikuti babak penyisihan pada 23 s.d 29 Oktober 2021. Sedangkan, khusus untuk lomba Sains, pelaksanaan babak penyisihan dilakukan pada tanggal 6 hingga 13 November 2021.
Kemudian, peserta yang lolos dari babak penyisihan, telah mengikuti babak semifinal pada 6 s.d 13 November 2021 lalu. Pada tanggal 15 November 2021, panitia telah mengumumkan peserta maupun tim dari berbagai PTKN dan PTKIS yang lolos ke babak Final untuk setiap cabang lomba. Semua nama finalis dari beragam kampus tersebut, dapat dilihat di halaman web oase.ar-raniry.ac.id.
Sementara itu, jadwal final untuk semua cabang lomba, akan dilaksanakan pada 25 s.d 28 November 2021 yang dipusatkan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Pelaksanaan babak final, dilaksanakan dengan sistem blanded, yakni daring dan luring.
Sistem daring dilaksanakan melalui meeting zoom, dan sistem CBT (Computer Based Test atau Tes Berbasis Komputer). Sedangkan sistem luring, khusus dilaksanakan bagi finalis dari 11 cabang lomba Karya Inovasi, dengan cara melakukan presentasi yaitu dengan membawa produk inovasi hasil karyanya ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Ketua Panitia OASE, Saifullah, menambahkan bahwa mengingat, ajang OASE ini adalah yang pertama dilakukan dengan sistem baru yakni luring dan daring yang sebelumnya jarang sekali dilaksanakan.
“Dengan ini, kami panitia dari UIN Ar-Raniry, selaku tuan rumah, merasa masih banyak kekurangan dari apa yang telah kami laksanakan ini. Untuk itu, kami berharap, setiap kekurang yang ada, dapat menjadikan mau’izah, dan pengamalan kita bersama kedepannya, dalam pelaksanaan OASE selanjutnya,” katanya.
“Namun demikian, dibalik berbagai kekurangan, kita patut memberi apresiasi kepada teman-teman panitia yang telah meluangkan waktunya, tenaganya, pikirannya, demi suksesnya kegiatan ini. Maka dalam hal ini, patut juga kami ucapkan terimakasih kepada semua pihak ikut serta membantu menyukseskan kegitan ini. “
“Kepada sahabat media baik cetak, elektronik, dan online yang turut memberikan beragam informasi seputan kegiatan OASE PTKI I se-Indonesia 2021,” kata Saifullah.









