Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Angkatan Darat AS Investigasi TikTok dan Larang Prajurit Gunakan

Admin1 by Admin1
24/11/2019
in Internasional
0
Angkatan Darat AS Investigasi TikTok dan Larang Prajurit Gunakan

Jakarta – Angkatan Darat Amerika melakukan investigasi pada aplikasi media sosial asal Cina, TikTok, sebagaimana dilaporkan Daily Mail, 22 November 2019.

Pada hari Kamis, 21 November 2019, Sekretaris Angkatan Darat AS Ryan McCarthy mengatakan penyelidikan Angkatan Darat akan sepenuhnya menilai hubungan antara TiKTok dan pemerintah Cina, terutama dalam hal kebijakannya berbagi data.

Penyelidikan ini dilakukan dalam rangka menanggapi surat yang dikirim oleh Senate Minority Leader Chuck Schumer.

“Para pakar keamanan nasional telah menyuarakan keprihatinan tentang pengumpulan dan penanganan data pengguna TikTok, termasuk konten dan komunikasi pengguna, alamat IP, data terkait lokasi, metadata, dan informasi pribadi sensitif lainnya,” tulis Schumer dalam surat 7 November kepada McCarthy.

Sementara itu selama proses investigasi berlangsung, menurut laporan Task&Purpose, taruna Angkatan Darat AS tidak diperkenankan lagi menggunakan aplikasi tersebut saat berseragam.

Walaupun demikian, seorang pejabat Angkatan Darat AS mengatakan kepada media Kamis melalui email bahwa peraturan tersebut belum dibuat secara resmi tetapi telah disosialisasikan dengan jelas bagi anggota secara internal.

Ini bukan kasus pertama di mana pejabat AS yang meminta keterangan tentang TikTok. Sebuah surat yang ditujukan kepada Direktur Keamanan Nasional AS dari Schumer dan Senator Tom Cotton, seorang Republikan, meminta pejabat intelijen untuk menilai potensi risiko yang ditimbulkan oleh TikTok bulan lalu.

“Dengan lebih dari 110 juta unduhan di AS saja, TikTok adalah ancaman kontra-intelijen potensial yang tidak dapat kita abaikan,” tulis para senator dalam surat mereka.

“Mengingat keprihatinan ini, kami meminta agar Komunitas Intelijen melakukan penilaian risiko keamanan nasional yang ditimbulkan oleh TikTok dan platform konten berbasis di Tiongkok lainnya yang beroperasi di AS,” kata para senator dalam surat tersebut.

Sebagaimaa dilaporkan Daily Mail, investigasi ini berangkat dari kekhawatiran terhadap meningkatnya pengaruh perusahaan teknologi Cina ByteDance, TikTok. Mereka yang skeptis mengatakan aplikasi tersebut dapat secara aktif mengekspor informasi tentang pengguna di AS ke pemerintah Cina.

“Para pakar keamanan telah menyuarakan keprihatinan bahwa tambalan intelijen, keamanan nasional, dan keamanan cybersecurity yang samar-samar memaksa perusahaan-perusahaan Cina untuk mendukung dan bekerja sama dengan pekerjaan intelijen yang dikendalikan oleh Partai Komunis Cina,” tulis anggota parlemen itu.

“Tanpa peradilan independen untuk meninjau permintaan yang dibuat oleh pemerintah Tiongkok untuk data atau tindakan lainnya, tidak ada mekanisme hukum bagi perusahaan Cina untuk mengajukan banding jika mereka tidak setuju dengan permintaan.”

Menurut Profesor Amerika David Carrol, TikTok bisa menjadi penjelmaan skandal pelopor berikutnya setelah skandal Cambridge Analytica di mana mereka secara ilegal menggunakan data 80 juta pengguna Facebook untuk membantu memilih Presiden AS Donald Trump.

Sumber: tempo.co

Tags: amerikatiktok
Previous Post

Mourinho Awali Debut Manis di Tandang Pertama Bersama Tottenham

Next Post

Ema Yurlinasari Pimpin HMI Aceh Besar

Next Post

Ema Yurlinasari Pimpin HMI Aceh Besar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

Nyan, Demokrat Pidie Jaya Rayakan HUT ke-25 dengan Gerakan ASRI dan Layanan Gratis untuk Warga

07/08/2026
Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

Kapolres Pidie Turun ke Jalan Bagikan Merah Putih, Kobarkan Nasionalisme Jelang HUT RI ke-81

07/08/2026
Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

Bunda Inklusi Kanwil Kemenag Aceh Kukuhkan Bunda Inklusi Aceh Timur

07/08/2026
Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

Bupati Aceh Timur Temui BNPB, Minta Percepatan Pencairan Dana Stimulan Tahap II bagi Korban Banjir

07/08/2026
7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

7 Rumah dan 1 Ruko di Aceh Besar Rusak Diterjang Angin Kencang

07/08/2026

Terpopuler

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

Jelang Hari Damai Aceh, Kapolres Pidie Gandeng HUDA Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah

06/08/2026

Baju Khas Pidie Resmi Bersertifikat, Ikhtiar Menjaga Identitas Budaya dari Klaim dan Kepunahan

Haykal Nahkodai FPRB Pidie Jaya 2026–2031, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

Angkatan Darat AS Investigasi TikTok dan Larang Prajurit Gunakan

Mualem dan Mentan Bahas Pemulihan Sawah Pascabencana di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com