Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Masyarakat Dinilai Sabang Bisa Kelola Hutan Lindung Secara Legal

redaksi by redaksi
30/04/2026
in Lintas Timur
0
Masyarakat Dinilai Sabang Bisa Kelola Hutan Lindung Secara Legal

Sabang – Pemerintah Aceh melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Kesatuan Pengelolaan Hutan (UPTD KPH) Wilayah I terus mendorong program Perhutanan Sosial sebagai solusi pemanfaatan lahan yang legal dan berkelanjutan bagi masyarakat. Hal tersebut dipaparkan oleh Kepala UPTD KPH Wilayah I Aceh Kamaruzzaman dalam kegiatan Semiloka di Aula Wali Kota Sabang, Selasa 28 April 2026.

Kamaruzzaman menyebut, sekitar 3.200 hektare wilayah Sabang masuk dalam kawasan hutan lindung, sementara sekitar 7.200 hektare lainnya merupakan Area Penggunaan Lain (APL). Untuk kawasan konservasi berada di bawah kewenangan BKSDA dan dikelola secara bersama.

“Melalui skema perhutanan sosial masyarakat diberikan akses legal untuk mengelola potensi hutan tanpa harus mengubah fungsi utamanya sebagai kawasan lindung. Skema yang dikembangkan bisa dengan hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan adat, dan kemitraan kehutanan,” tuturnya.

Ia mencontohkan perkembangan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Jaboi yang dinilai cukup berhasil. Melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), masyarakat mengelola lahan sekitar 28 hektare di kawasan Gunung Api.

KUPS Jaboi, lanjutnya, meraih kategori platinum pada 2025 dan menjadi satu-satunya di Aceh yang mencapai capaian tersebut. Kelompok ini juga memperoleh penghargaan dalam Festival Perhutanan Sosial tingkat nasional.

Kamaruzzaman menyebut, pengelolaan kawasan hutan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KPH, BPKS, hingga lembaga swadaya masyarakat. Penetapan batas kawasan hutan dilakukan pemerintah pusat melalui BPKH Wilayah 18 Aceh dengan dukungan KPH di daerah.

Ia juga menjelaskan, KPH berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh. Sejak akhir 2025, jumlah KPH di Aceh bertambah dari enam menjadi sepuluh wilayah kerja, termasuk KPH Wilayah I yang mencakup Aceh Besar dan Sabang.

Untuk wilayah tersebut, fungsi pengelolaan terbagi menjadi KPHP untuk hutan produksi di Aceh Besar dan KPHL untuk hutan lindung di Sabang. Saat ini, struktur organisasi masih dalam tahap penyesuaian.

Kamaruzzaman menambahkan, pihaknya terus mendorong desa-desa di kawasan hutan untuk memanfaatkan skema perhutanan sosial secara legal. Sejumlah wilayah di Sabang telah diidentifikasi memiliki potensi untuk pengembangan program tersebut.

Ia menegaskan, pengelolaan hutan dilakukan tanpa membuka kawasan baru, tetapi memanfaatkan lahan yang sudah dikelola masyarakat. Penguatan kelembagaan masyarakat menjadi fokus agar pengelolaan berjalan berkelanjutan.

Seluruh masukan dari forum, kata dia, akan dihimpun untuk disampaikan kepada pimpinan dan Pemerintah Aceh. Kolaborasi antar pihak dinilai penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

Previous Post

Komisi IV DPRK Banda Aceh Kecam Kekerasan Anak di Day Care, Minta Evaluasi Menyeluruh

Next Post

Bupati Aceh Besar Ajak OPD Maksimalkan Kinerja untuk Kemajuan Daerah

Next Post
Bupati Aceh Besar Ajak OPD Maksimalkan Kinerja untuk Kemajuan Daerah

Bupati Aceh Besar Ajak OPD Maksimalkan Kinerja untuk Kemajuan Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Putra Mahkota Dubai Hapus Istilah ‘Ibu Rumah Tangga’, Ganti Jadi ‘Pembentuk Generasi’

Putra Mahkota Dubai Hapus Istilah ‘Ibu Rumah Tangga’, Ganti Jadi ‘Pembentuk Generasi’

20/09/2026
Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

Atlet Anggar Abdya Tembus Kejuaraan Internasional di Thailand, KONI Beri Apresiasi

20/09/2026
PKB Pidie Bidik 7 Kursi, Konsolidasi DPAC Jadi Mesin Politik Menuju Pilkada

PKB Pidie Bidik 7 Kursi, Konsolidasi DPAC Jadi Mesin Politik Menuju Pilkada

20/09/2026
515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

20/09/2026
Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Masyarakat Dinilai Sabang Bisa Kelola Hutan Lindung Secara Legal

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com