Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kapaloe, Nenek 61 Tahun Tewas Usai Dikeroyok

Admin1 by Admin1
03/02/2022
in Nasional
0
25 Orang Tewas di India Usai Minum Miras Beracun

Ilustrasi meninggal. (Istockphoto/RichLegg)

Kupang – Seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Kodim 1604 Kupang berinisial Serka DIN bersama tiga warga sipil lain diduga melakukan pengeroyokan terhadap Yakoba Lensini Sakh (61) warga Desa Bone, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Korban tewas tiga pekan setelah dikeroyok.

Kapolres Kupang, AKBP. Aldinan Manurung menjelaskan korban adalah warga Desa Bone, Kecamatan Kupang Barat. Ia dianiaya oleh DIN dan tiga warga sipil lain yakni YMB, MN dan AM alias Nia.

Polisi menetapkan empat terduga pelaku itu sebagai tersangka setelah memeriksa saksi dan melakukan autopsi.

“Setelah pemeriksaan saksi-saksi kami menetapkan tersangka,” kata Aldinan, Rabu (2/2).

Pengeroyokan tersebut terjadi 24 April 2021 di rumah korban. Selang tiga minggu atau pada 18 Mei 2021 korban meninggal dunia.

Disampaikan Aldinan, kasus tersebut terungkap setelah suami korban Fergi Lensini (61) melaporkan ke Polsek Kupang Barat pada 17 Juni 2021.

Suami korban melaporkan pengeroyokan dan kematian istrinya diduga akibat kekerasan yang dialami sebelumnya. Dari laporan tersebut, polisi mulai penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi.

Selanjutnya polisi melakukan eksomasi (pembongkaran makam) pada 10 November 2021 dan autopsi jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian korban.

Dari hasil autopsi ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban berupa luka memar di bagian depan dan atas kepala, luka memar di bagian wajah, pendarahan selaput keras otak dan beberapa tulang dada yang patah.

Dijelaskan Aldinan, usai autopsi, polisi memeriksa saksi-saksi. Keterangan saksi menunjukkan dugaan keterlibatan empat tersangka.

Polisi kata Aldinan, lalu menangkap tersangka YMB dan MN di pertengahan bulan Januari 2022 lalu. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui melakukan pengeroyokan bersama Serka DIN dan AM.

“Mereka (tersangka YMB dan MN) akui melakukan pengeroyokan bersama Serka DIN dan AM,” ujar Aldinan.

Polisi pun berhasil menangkap AM alias Nia pada pada Jumat 28 Januari 2022. “Keterangan AM pun sama dengan keterangan tersangka YMB dan MN,” jelas Aldinan.

Dia menyebutkan untuk tersangka Serka DIN, akan dilimpahkan Den Pom IX/1 Kupang.

“Sudah kita koordinasikan dengan Dandim dan Denpom untuk penyidikan tersangka DIN,” kata Aldinan.

Aldinan menyebut para tersangka menendang dan memukul di bagian kepala, dada dan badan korban.

Para tersangka juga memaksa korban minum air yang dicampuri garam dan daun kelor mentah karena keempat tersangka menuduh korban sebagai tukang santet.

Komandan Detasemen Polisi Militer Angkatan Darat IX/1 Kupang, Letkol CPM, Joao Cecar da Costa Corte Real mengakui telah mendapat informasi tentang dugaan keterlibatan oknum anggota TNI Angkatan Darat dalam kasus pengeroyokan ini.

“Saya sudah monitor juga dan saya lagi tunggu karena saksi dari anggota TNI juga belum diperiksa dan rencananya besok”, kata Joao saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.

Joao tak membantah indikasi keterlibatan anggota TNI namun ia menyebut masih menunggu pelimpahan perkara.

“Memang ada indikasi keterlibatan anggota TNI, tapi kita masih menunggu pelimpahan dari (penyidik) Polres Kupang,” jelasnya.

Joao memastikan akan memproses prajurit TNI AD tersebut jika dari hasil pemeriksaan terbukti terlibat pengeroyokan berujung kematian.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Pemerintah Bangun 2.500 Unit Hunian untuk ASN dan TNI-Polri di IKN

Next Post

Nyan, MUI dan Kemenag Mulai Petakan Masjid Berpaham Radikal

Next Post

Nyan, MUI dan Kemenag Mulai Petakan Masjid Berpaham Radikal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

Presiden atau Gubernur Yang Berhentikan Sekda?

24/08/2026
Respon Erosi Krueng Babahrot, Pemkab Abdya Usulkan Penanganan Hingga ke Pemerintah Pusat

Respon Erosi Krueng Babahrot, Pemkab Abdya Usulkan Penanganan Hingga ke Pemerintah Pusat

24/08/2026
Muara Lhok Pawoh Dangkal Lagi, Nelayan Gotong Royong Keruk Sendimen, BPBK: Tunggu Hasil Survey

Muara Lhok Pawoh Dangkal Lagi, Nelayan Gotong Royong Keruk Sendimen, BPBK: Tunggu Hasil Survey

23/08/2026
Janji Kampanye Tertunai, Dr. Safaruddin Buktikan Bisa Selamatkan Aset

Janji Kampanye Tertunai, Dr. Safaruddin Buktikan Bisa Selamatkan Aset

23/08/2026
Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

Rayakan HUT, Demokrat Pidie Gelar Lomba Rakyat

23/08/2026

Terpopuler

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

Eks Kepala BPSDM Aceh Didakwa Korupsi Beasiswa Rp14,32 Miliar

21/08/2026

Para Sekda Loyalis yang ‘Tumbang’ di Tahun Kedua Mualem-Dekfad

Kapaloe, Nenek 61 Tahun Tewas Usai Dikeroyok

Dr. Safaruddin Bawa Tim Sepak Bola Kodim Abdya Sebagai Juara Piala Pangdam IM Cup Tahun 2026

Polda Aceh Bidik Calon Tersangka Korupsi Pengadaan Bebek Petelur

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com