Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Rektor: USK Miniatur Keberagaman di Indonesia

Admin1 by Admin1
10/03/2022
in Kampus
0

BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Ir. H. Nova Iriansyah MT., menghadiri kuliah umum oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Dudung Abdurrahman, di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Selain Gubernur Nova, juga hadir Wali Nanggroe Aceh, Pangdam Iskandar Muda, Kajati Aceh, dan juga Ketua PKK Aceh.

Rektor Unsyiah, Profesor Marwan menyatakan rasa terimakasihnya atas kehadiran KSAD di Unsyiah. Menjadi suatu yang sangat istimewa, di mana KSAD menjadi tokoh nasional pertama yang hadir di Unsyiah usai dirinya dilantik sebagai Rektor Universitas Syiah Kuala pada Rabu (9/2) kemarin. “Semoga menjadi awal yang sangat baik bagi kita untuk membesarkan kampus ini dan bersinergi membangun Indonesia,” kata Profesor Marwan.

Rektor mengatakan, kampus Unsyiah dibangun atas kebersamaan antara TNI dan masyarakat. TNI saat itu bergotong royong bersama masyarakat Aceh, membersihkan kawasan kampus. “Rektor Pertama Universitas Syiah Kuala adalah Pangdam Iskandar Muda, Kolonel Muhammad Yasin,” kata dia.

Rektor menyebutkan, jika Unsyiah menjadi contoh miniatur bagaimana keberagaman di Indonesia. Kampus ini mendidik mahasiswa dari seluruh Indonesia termasuk dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Bagi Rektor dan civitas akademika Unsyiah, para mahasiswa tersebut merupakan generasi penerus bangsa yang punya hak yang sama untuk mengenyam pendidikan.

KSAD Jenderal Dudung mengaku bangga datang ke Aceh. Ia menyebutkan penting menyampaikan pesan-pesan kebersamaan dan nasionalisme kepada para mahasiswa.

“Bangsa ini milik bersama, bukan milik sekelompok tertentu. Ingat bahwa semangat pendiri bangsa dalam menyusun dasar negara adalah munculnya kerelaan untuk mementingkan kepentingan bangsa daripada kepentingan pribadi,” kata Jenderal Dudung.

Sumbangan rakyat Aceh dalam perjuangan bangsa, kata Jenderal Dudung, diwujudkan dalam banyak hal. Mulai dari mendukung seluruh biaya operasional Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), yang semula berkedudukan di Bukit Tinggi, tapi karena alasan keamanan kemudian dipindahkan ke Kutaraja Aceh.

Selain itu, rakyat Aceh juga menyumbangkan 2 pesawat terbang yang kemudian dipakai sebagai ujung tombak perjuangan diplomasi ke luar negeri, yang telah menyuplai kebutuhan pokok operasi perwakilan RI di luar negeri, maupun menerobos blokade udara Belanda dalam perang kemerdekaan RI.

“Satu-satunya Provinsi yang menyumbangkan pesawat adalah Provinsi Aceh. Dan inilah bukti dari nilai-nilai kebangsaan, yang lebih mementingkan kepentingan umum daripada pribadi,” kata Jenderal Dudung.

Previous Post

Banjir di Aceh Utara Berdampak pada 2.242 Jiwa

Next Post

Lulusan STAIN Meulaboh Harus Tangguh dan Kreatif

Next Post

Lulusan STAIN Meulaboh Harus Tangguh dan Kreatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Buka PPN Ke-14, Menteri Abdul Mu’ti Dorong Sastra Kembali Diperkuat di Sekolah

Buka PPN Ke-14, Menteri Abdul Mu’ti Dorong Sastra Kembali Diperkuat di Sekolah

22/06/2026
Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

Abdya Tanam Lima Hektar Lahan untuk Varietas Padi Sigupai

22/06/2026
Tokoh Adat Beutong Ateuh Dukung Investasi untuk Kemajuan Daerah

Tokoh Adat Beutong Ateuh Dukung Investasi untuk Kemajuan Daerah

22/06/2026
Kepala BNPB Tegaskan Komitmen Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Kepala BNPB Tegaskan Komitmen Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

22/06/2026
Kapolres Cup V Bergulir, Sibral Jadikan Sepak Bola Instrumen Pembinaan Generasi dan Pemersatu Pidie Jaya

Kapolres Cup V Bergulir, Sibral Jadikan Sepak Bola Instrumen Pembinaan Generasi dan Pemersatu Pidie Jaya

22/06/2026

Terpopuler

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

19/06/2026

Konspirasi Jahat Pelaku Penambangan, Rakyat Aceh Diajak Boikot Izin Aktivitas Tambang Ilegal Beutong Ateuh Dan Pidie

Rafly: Rakyat Memilih Mualem, Bukan Lingkaran Kekuasaan

5.535 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya Mulai Terima Bantuan Jadup dan Stimulan Ekonomi

Nasir Djamil Desak Pelaku Pemotongan Tangan Warga Aceh Besar Diproses Hukum

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com