PRIA murah senyum ini bernama lengkap Nazaruddin Yahya. Ia aktif di media sosial serta kajian-kajian islami.
Penampilannya amat biasa. Ia lebih banyak mendengar saat terlibat diskusi. Baik persoalan hukum maupun isu politik terkini tentang Aceh dan Indonesia.
Sesekali, ia hanya tersenyum saat mendengar pendapat-pendapat yang ‘mungkin’ berbeda dengan dirinya.
“Kecuali persoalan tauhid, persoalan lain masih mungkin didiskusikan,” kata Ustadz Nazar saat berdiskusi dengan awak media.
Ya, dibalik sosoknya yang bersahaja, siapa sangka jika sosok tersebut merupakan orang terdekat dan kepercayaan Ustadz Abdul Somad (UAS) untuk Aceh. Ya, Ustadz Nazar diamanahkan sebagai Koordinator UAS untuk Aceh.
Seabrek kegiatan UAS di Aceh diatur oleh dirinya dan tim. Hal ini pula yang membuatnya keluar masuk pesantren pesantren di satu kabupaten ke kabupaten lainnya di Aceh. Dari satu masjid ke masjid lainnya.
“Saya hanya orang yang diamanahkan untuk mengagendakan UAS di Aceh. Menjaga silaturahmi.”
“Silaturahmi bagian dari mempererat persaudaraan sesama muslim,” ujar ayah 4 anak ini.
Ustadz Nazar, demikian ia biasa disapa, merupakan pria kelahiran Krueng Mane, Kabupaten Aceh Utara, pada 13 September 1975.
Pria yang kerap keliling Aceh bersama Ustadz Abdul Somad (UAS) ini pernah mondok di pesantren Gontor serta menempuh pendidikan di Al- Azhar Kairo Mesir angkatan 1996.
Bagi Ustadz Nazar, politik dan dakwah itu bisa berjalan seiring.
“Seperti kata UAS, orang-orang baik itu perlu didukung untuk aktivitas apapun. Baik wirausaha maupun terjun dalam politik. Semakin banyak orang baik di politik, maka semakin besar syiar Islam bergema,” kata Wakil Ketua IKAT Aceh ini lagi.
“Hidup kita ini harus bermanfaat bagi orang lain. Harus bermanfaat bagi agama,” kata dia.
Tak hanya fokus pada kegiatan keagamaan, sebelum Ramadan, tim UAS Aceh dan Kafalah Indonesia membagikan seribu lebih paket sembako Ramadan untuk masyarakat di Aceh, Selasa 29 Maret lalu.
Kafalah Indonesia di bawah pimpinan Tgk Mughni affan Lc MA, membagikan 1334 paket sembako di Purwakarta Jawa Barat dan Aceh. Di Aceh sendiri pembagiannya dilakukan di beberapa daerah seperti Laweung, Pidie, Kuta Cot Glie dan Krueng Barona Jaya Aceh Besar serta di Kota Banda Aceh tepatnya di wilayah kecamatan Meuraksa.
Sedangkan untuk Meuraksa dan Kutaradja sekitar 350 paket. Ada juga untuk warga dari beberapa desa di Aceh Besar.
“Semoga kedepan, Kafalah Indonesia dan tim UAS Aceh dapat menyalurkan sembako lebih banyak lagi untuk seluruh Aceh di waktu-waktu yang akan datang. Bukan hanya untuk Meuraksa, Kuta Raja dan sekitar,” ujar alumni Al-Azhar Kairo Mesir ini lagi.










