BLANGPIDIE – Saluran pembuangan utama yang berada di sepanjang wilayah Gampong Meudang Ara, Gampong Pasar dan Gampong Keude Siblah Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya mengalami pendangkalan total.
Drainase tersebut mengalami sendimen atau tersumbat total, sehingga mengakibatkan air meluap dan mengeluarkan bau tak sedap, apalagi ketika musim penghujan. Tentu hal tersebut merupakan sebuah pemandangan tak elok yang sering terjadi di Blangpidie ibu kotanya Kabupaten Aceh Barat Daya yang juga merupakan ikon daerah tersebut.
Pendangkalan total drainase itu terjadi di gorong-gorong jalan Tgk. Ben, gorong-gorong Jalan H. Ilyas sampai saluran dibawah bangunan tokoh, jalan Pendidikan, jalan simpang BSI unit Peukan dan di beberapa titik lainnya.
Pendangkal total yang terjadi di beberapa titik pada saluran tersebut dikarenakan masih banyak masyarakat sekitar yang membuang sampah di aliran saluran tersebut, selain itu juga banyak bangunan yang dididirikan di atas saluran air.
Penyumbatan saluran pembuang itu sudah sangat lama, terakhir dikerok (dibersihkan) pada tahun 2015 yang lalu. Bayangkan, sudah sekitar 6 tahun lebih tidak pernah dirawat atau dikerok tanah lumpur atau sampah yang mengendap sepanjang saluran, jika dihitung-hitung sudah lebih satu pancawarsa lamanya.
Mengetahui hal tersebut, Wakil Ketua (Waka) DPR Aceh Safaruddin, S. Sos MSP didampingi Kepada Dinas PUPR Abdya Alfian, ST melakukan peninjauan langsung ke lokasi untuk mencari solusi yang tepat terkait hal tersebut, Rabu (26/05/2022).
Menurut pemuda yang akrab disapa Dhien Kalon itu, hal tersebut sangat penting ditanggapi. Sebab sumbatan dari sampah-sampah itu dapat memunculkan penyakit yang bisa menyerang masyarakat yang bermukim di sepanjang drainase. Selain itu juga dapat memunculkan aroma yang tidak sedap serta rawan terjadinya banjir.
Safaruddin, kepada Kadis PUPR Abdya Alfian, menanyakan beberapa hal dan tindakan apa yang tepat diambil untuk penanganan permasalahan itu. Setelah mengobrol lama, akhirnya solusi pun didapatkan.
“Solusi yang tepat ialah pembangunan drainase saluran permukiman perkotaan Blangpidie, seperti apa yang telah diusulkan sebelumnya,” kata Alfian.
Pembangunan drainase itu direncanakan akan dimasukkan oleh Wakil Ketua DPRA dalam anggaran perubahan di provinsi dengan nilai lebih kurang Rp 2 miliar.
“Tentu ini adalah harapan besar kita, semoga terwujud pembangunan drainasenya dan persoalan masyarakat teratasi,” asanya.
Reporter: Rusman











