Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Jubir Pemerintah Aceh: Smart Province Sebuah Inovasi Pelayanan Publik

redaksi by redaksi
12/12/2019
in Nanggroe
0
Jubir Pemerintah Aceh: Smart Province Sebuah Inovasi Pelayanan Publik

BANDA ACEH – Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT berharap kehadiran Aceh Smart Province (ASP) dapat berkolaborasi dan bergerak bersama. Semua pihak harus memahami dan menjalankan fungsinya untuk membangun kebersamaan serta berbagi manfaat pihak yang berkolaborasi.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh Wiratmadinata, MH pada Launching “Aceh Smart Province” yang digelar Dinas Komunikasi Informatika dan persandian (Diskominsa) Aceh bekerjasama dengan Unsyiah dah Instritut Teknologi Surabaya (ITS) di Hermes Hotel, Kamis 12 Desember 2019.

“Pemeritah Aceh ingin menjadikan Aceh sebagai provinsi yang layak huni, punya fasisiltas umum yang modern, serta dapat memberi berbagai kemudahan dalam pelayanan dengan memanfaatkan teknologi, sehingga memberi kemudahan pelayanan,” kata Wiratmadinata.

Dijelaskan Wira, Rencana Induk Aceh Smart Province lebih operasional dari salah satu Program Unggulan Pemerintahan Aceh, yakni Sistem Informasi Aceh terpadu (SIAT), sebuah Sistim Informasi Aceh yang Terintegrasi.

Wira menyebut, Aceh SIAT sekarang sudah dapat dilihat karena Rencana Induk Aceh Smart Province ini. Ini akan menjadi rujukan dalam implementasi pada level lebih teknis, seperti pembahasan bussines process pada masing-masing SKPA, sampai pada pengembangan inovasi serta aplikasi pelayanan publik sesuai kebutuhan yang ada di masing-masing SKPA.

“Aceh Smart Province ini diprientasikan sebagai konsep pembangunan inovatif yang modern namun tetap dalam bingkai syariah sesuai dengan predikat dan semangat pembangunan Aceh,” lanjut Wira.

Dimensi pembangunan Aceh Smart Province menggunakan 6 pendekatan dimensi yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Dimensi-dimensi ini juga merupakan sinyal bahwa kita telah mulai memasuki era industri 4.0, dimana semua hal harus dilakukan berbasis data, memanfaatkan artificial intelligent, internet of things, serta dikelola berbasis Big Data.

Untuk melaksanakan ke 6 (enam) dimensi tersebut diperlukan komitmen bersama untuk saling bekerjasama menyukseskan program-program yang sudah disusun sesuai kerangka kerja yang ada di RPJMA. Dalam kerangka ini, setiap pengembangan aplikasi teknologi informasi maupun teknologi lainnya tidak lagi terpisah satu-sama lain. Setiap SKPA dapat saling terkoneksi, berbagi data, berbagai pakai, dan untuk selanjutnya diharapkan semua proses pembangunan dapat dilakukan secara cepat saji, transaparan, akuntabel, efektif serta efesien. Dengan demikian, kita akan mengurangi kesalahan-kesalahan data yang fundamental, mengurangi inefesiensi, pemborosan, dan menghemat biaya. Intinya pelayanan publik kita harus cerdas, cermat, efektif, efesien, mudah, murah dan menyenangkan. Itulah folosofi tujuan Aceh Smart Province.[]

Previous Post

Mantan Aktivis 98 Minta Penggunaan Otsus di Aceh Dievaluasi

Next Post

Getar Aceh: MoU Pemerintah Aceh dengan PT DI Jangan Dimaknai Secara Parsial

Next Post

Getar Aceh: MoU Pemerintah Aceh dengan PT DI Jangan Dimaknai Secara Parsial

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

06/09/2026
Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

06/09/2026
Bupati Aceh Besar Hadiri Peusijuek Dua Rektor di Aceh

Bupati Aceh Besar Hadiri Peusijuek Dua Rektor di Aceh

06/09/2026
Baitul Mal Aceh Besar Terima Zakat Perusahaan PT BAS Rp 400 Juta

Baitul Mal Aceh Besar Terima Zakat Perusahaan PT BAS Rp 400 Juta

06/09/2026
Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 8 Hektare Lahan

Kebakaran Lahan di Aceh Barat Meluas Jadi 11,5 Hektare

06/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Jubir Pemerintah Aceh: Smart Province Sebuah Inovasi Pelayanan Publik

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com