Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

4.906 Hektare Tanaman Pala di Aceh Selatan Rusak Terserang Penyakit

Admin1 by Admin1
27/07/2022
in Ekonomi
0

BANDA ACEH – Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Selatan mencatat sebanyak 4.906 hektare dari 17.040 hektare tanaman pala di daerah setempat rusak akibat empat penyakit dan serangan sekunder dari hama rayap dan penggerek.

“Permasalahan utama memang masih ada penyakit pala dan serangan hama. Kita terus mengupayakan pengendalian penyakit pala ini,” kata Kabid Perkebunan Dinas Pertanian Aceh Selatan Ferdi.

Ferdi menyebutkan, berdasarkan data terakhir hingga akhir Desember 2021 lalu tanaman pala di Aceh Selatan seluas 17.040 hektare yang tersebar di 16 dari 18 kecamatan. Namun, dari jumlah tersebut terdapat 5.294 hektare belum menghasilkan, kemudian 6.840 hektare sudah memiliki hasil dan 4.906 rusak.

“Sedangkan untuk hasil produksi pala di Aceh Selatan tahun lalu itu hanya 5.372 ton. Kalau untuk 2022 belum kita simpulkan baik kondisi tanaman atau hasilnya,” ujarnya.

Ferdi menyampaikan, permasalahan yang dihadapi petani pala di Aceh Selatan saat ini adalah masih terjadinya serangan penyakit dan hama, sehingga produktivitas serta pendapatan petani menurun. Ferdi menyebutkan, adapun empat penyakit yang menyerang tanaman pala di Aceh Selatan antara lain jamur akar putih, layu pembuluh atau gejala khas pada daunnya. Lalu kanker batang dan penyakit busuk akar.

“Selain empat penyakit tersebut juga terdapat serangan sekunder dari hama berupa rayap dan penggerek batang pada tanaman yang terserang penyakit itu,” kata Ferdi.

Ferdi menambahkan, menangani permasalahan tersebut pihaknya terus melakukan berbagai tindakan sesuai saran dan rekomendasi dari hasil monitoring/survey OPT (organisme pengganggu tanaman) pala. Seperti, lanjut Ferdi, melakukan kegiatan demfarm pengendalian dengan menggunakan metabolit sekunder metode infus akar dan aplikasi pupuk organic serta APH Trichoderma.

APH Trichodherma mempunyai nilai yang lebih dibandingkan dengan menggunakan pengendalian secara kimia karena lebih ramah lingkungan dan tidak meninggalkan residu yang berbahaya baik bagi tanaman maupun lingkungan. “Kemudian, bahannya juga mudah didapat dan ada di sekitar lingkungan petani, mudah diaplikasi, dapat menyehatkan tanaman, meningkatkan produksi, mencegah ledakan OPT sekunder dan efisiensi waktu dan tenaga kerja,” ujarnya.

Ferdi berharap pemerintah provinsi hingga pusat dapat menganggarkan biaya memadai untuk pengendalian hama atau penyakit pala tersebut. “Kita minta masyarakat petani pala juga lebih serius dalam melakukan implementasi pengendalian OPT pala sesuai anjuran dan petunjuk teknis, sehingga permasalahan pala ini dapat teratasi secara maksimal,” demikian Ferdi.

Sumber: republika.co.id

Previous Post

Kurir 20 Kilogram Sabu Asal Aceh Dituntut Mati di PN Medan

Next Post

4 Pelaku Pembunuhan Dantim Bais di Pidie Aceh Divonis Seumur Hidup

Next Post
Jaksa Akan Kasasi Vonis Bebas Perkosaan Anak di Aceh Besar

4 Pelaku Pembunuhan Dantim Bais di Pidie Aceh Divonis Seumur Hidup

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

4.906 Hektare Tanaman Pala di Aceh Selatan Rusak Terserang Penyakit

27/07/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com