BLANGPIDIE – Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Daerah Umum (RSUD) Teungku Peukan masih memberikan pelayanan yang sangat kurang baik bagi masyarakat setempat.
Bukan hanya RSUD Teungku Peukan, RSUD YA Tapaktuan dan RSUD CN juga memiliki pelayanan yang membuat keluarga pasien jengkel dan tak nyaman.
Rumah Sakit yang berada di Kabupaten Abdya contohnya, pelayanan kesehatan yang terkenal di Bumoe Breuh Sigupai tersebut masih menyimpan berbagai persoalan salah satunya terkait fasilitas yang masih kurang disaat pasien membutuhkan.
Seperti yang dialami oleh salah seorang warga Blangpidie, yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media. Ia merasa kecewa dengan fasilitas yang ada RSUD Teungku Peukan tersebut, karena kekosongan kantong darah khusus Trombocyte di Unit Transfusi Darah (UTD) Rumah Sakit setempat.
“Anak saya mengalami malaria, sehingga Trombocyte terus turun menurut hasil pantau dari petugas yang ada diruangan. Dan dibutuhkan transfusi darah golongan O+, jadi saya langsung ke UTD untuk menanyakan stock darah.” ungkapnya, Senin (01/08/2022).
Kemudian lanjutnya, petugas di UTD setempat mengabarkan bahwa perlu pendonor karena yang dibutuhkan Trombocyte, jadi saya hubungilah untuk meminta bantu kepada saudara dan teman-teman agar bisa mendonorkan darahnya,” jelasnya.
Tambahnya, setelah berhasil mendapatkan pendonor golongan darah O+, setelah salah seorang selesai mendonorkan darahnya, tiba-tiba kantong darah khusus Trombocyte sudah kadarluarsa dan petugas pun mencari ke gudang stocknya kosong, ceritanya dengan rasa kecewa.
“Saya pun bertanya dengan petugas, bagaimana solusinya ini. Katanya petugas disitu harus dirujuk ke Tapaktuan atau Meulaboh. Karena saya khawatir terkait stock kantong tersebut, saya katakan ke petugas, coba hubungi RSUD tersebut terkait kesediaanya kantong darah itu. Setelah dihubungi ke RSUD yang rencana dituju, rupanya di RSUD YA Tapaktuan dan RSUD CN juga kosong.” cetusnya dengan mengucapkan kata Subhanallah, di setiap RSUD Barat Selatan kenapa kosong stock kantong darah tersebut.
Akhirnya, tanpa pikir panjang setelah konsultasi dengan Dokter, orangtua pasien memutuskan minta di rujuk ke RSUD dr. Zainal Abidin saja, mungkin disana bisa ditangani dengan cepat.
“Sekarang lagi proses pengurusan rujukan ke RSUD ZA, malam ini kita berangkat terus ke Banda Aceh. Semoga anak saya bisa segera sembuh dan harapannya, RSUD ZA bisa melayani dengan penanganan dan perawatan yang baik. Mohon doa semuanya,” pungkasnya.
Reporter: Rusman








