Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Curhat Warga Muslim India Dituduh ‘Jihad’ Bobol Tanggul sampai Banjir

Admin1 by Admin1
04/08/2022
in Internasional
0

Jakarta – Salah satu warga India yang tinggal di negara bagian Assam dituduh melakukan ‘jihad banjir’ karena ia beragama Islam, dan menyebabkan banjir di wilayah tersebut.

Nazir Hussain Laskar berbagi kisah tragis itu. Ia bingung saat polisi India mengetuk pintunya pada 3 Juli lalu. Ia ditangkap karena dituduh merusak tanggul dan menyebabkan banjir.

“Saya menghabiskan 16 tahun bekerja untuk pemerintah membangun tanggul. Mengapa saya merusak?” kata dia dikutip BBC.

Saat berada di penjara, media sosial gempar soal ‘Jihad Banjir.’ Warganet gencar menuduh Laskar, dan tiga Muslim lain, menjadi penyebab banjir.

“Saya dituduh ‘jihad banjir’ karena saya seorang Muslim. Ini salah. Mereka yang menyebarkan ini melakukan hal yang sangat salah,” kata Laskar.

Sejumlah pengguna media sosial menuduh penyebab banjir itu karena ulah manusia.

Lebih spesifik lagi, mereka mengatakan sekelompok laki-laki Muslim sengaja membanjiri kota Silchar dengan merusak tanggul. Mayoritas penduduk di kota ini beragama Hindu.

“Saya takut dan tak bisa tidur malam itu. Narapidana lain membicarakan. Saya kira, saya bakal diserang,” kata dia.

Banjir menghantam Assam pada Mei dan Juni lalu. Imbas bencana ini tercatat 192 orang tewas. Wilayah tersebut memang kerap banjir setiap musim hujan. Pada 2022 ini, hujan datang lebih awal dan lebih deras dari biasanya.

Pembangunan tanggul menjadi pusat pengelolaan banjir di Assam sejak 1950-an. Negara bagian ini memiliki tanggul sepanjang lebih dari 4.000 kilometer dan banyak tanggul yang disebut rapuh dan rentan terhadap kerusakan.

Pada 23 Mei, sebuah tanggul rusak di Sungai Barak. Kerusakan itu terjadi di daerah mayoritas Muslim yang disebut Bethukandi. Ini menjadi salah satu dari faktor penyebab banjir besar di Silchar.

“Pemotongan [tanggul] adalah salah satu penyebabnya. Tapi itu bukan satu-satunya titik dari mana air masuk ke kota,” kata inspektur polisi di Silchar, Ramandeep Kaur.

Insiden tersebut diduga menjadi penyebab penangkapan Laskar dan tiga laki-laki Muslim lain.

Namun, salah satu pengamat dari Sekolah Studi Bencana Jamsetji Tata di Mumbai, Nirmalya Choudhury, punya penilaian lain. Ia mengatakan banyak pelanggaran terjadi karena kurangnya perbaikan dan pemeliharaan tanggul.

“Beberapa di antaranya bisa juga karena ulah manusia. Bisa jadi ada kejadian di mana orang dengan sengaja membobol tanggul agar airnya keluar, dan tidak membanjiri daerah mereka,” jelas dia lagi.

Choudhury mengatakan klaim jihad banjir adalah jalan keluar yang mudah.

Ia berujar, “Ini masalah manajerial, dan saya pikir itu butuh respons yang jauh lebih matang.”

Laskar bebas usai dibui selama 20 hari. Tidak ada bukti yang menunjukkan ia terhubung dengan kerusakan tersebut. Namun, kebebasan itu tak serta-merta membuat dia lega.

“Saya dan keluarga masih takut keluar rumah. Anak saya bolos sekolah. Kalau harus keluar, kadang saya pakai helm untuk menutupi muka. Takut digantung massa yang marah,” ucap dia.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Kasus PMK Menurun, Pemilik Ternak Diimbau Tetap Lakukan Pencegahan

Next Post

JMSI Aceh Luruskan Pernyataan Kadis Kominsa

Next Post

JMSI Aceh Luruskan Pernyataan Kadis Kominsa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Curhat Warga Muslim India Dituduh ‘Jihad’ Bobol Tanggul sampai Banjir

04/08/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com