BLANGPIDIE – TMMD merupakan program TNI untuk mewujudkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat. Asumsinya ialah, bersama-sama membangun di pedesaan, membantu meningkatkan kesejahteraan dan menjamin rasa aman di masyarakat. Dalam pelaksanaannya, program TMMD terbagi dalam kegiatan fisik dan non fisik. TMMD juga ada 2 model, yaitu Reguler dan Sengkuyung.
Banyak dari kita belum mengetahui perbedaan TMMD Reguler dan Sengkuyung/Imbangan. Untuk memperoleh jawaban dan pemahaman dari perbedaan TMMD tersebut, awak media ini menanyakan langsung kepada Dandim 0110/Abdya, Letkol Inf Roqich Hariadi tentang perbedaan tersebut, Senin (08/08/2022).
Dansatgas TMMD Reguler ke-114 Kodim Abdya itu mengatakan bahwa, TMMD Reguler skalanya adalah Nasional dan Provinsi, sehingga program Pemerintah Pusat dipadukan dengan Pemerintah Daerah setempat melalui kegiatan Non Fisik TMMD berupa sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan masyarakat.
“TMMD Reguler mendapatkan bantuan pasukan TNI dari satuan lain, Mabes TNI juga membantu anggaran bagi prajurit Satgas di lapangan,” kata Letkol Inf Roqich Hariadi.
Sedangkan untuk TMMD Sengkuyung adalah merupakan imbangan dari Reguler, jadi agar yang dibangun tidak hanya beberapa jumlah Kabupaten/Kota saja melainkan diimbangi kepada Kabupaten/Kota lainnya yang ada di Indonesia dari jumlah total Kabupaten/Kota seluruhnya. Karena lingkupnya Kabupaten maka menggunakan APBK setempat.
“Kedua model TMMD tersebut sama-sama untuk membantu Pemerintah mengakselerasi pembangunan infrastruktur wilayah tertinggal, selain menumbuhkan kemanunggalan TNI-Rakyat dan melestarikan budaya gotong-royong masyarakat demi ketahanan nasional,” ungkap Dandim 0110/Abdya, Letkol Inf Roqich Hariadi saat ditanyai tentang perbedaan TMMD Reguler dan Sengkuyung atau Imbangan.
Singkatnya, lanjut Dandim. TMMD Reguler, sumber anggarannya kolaborasi yakni dari Mabes AD dan dari Pemerintah Daerah.
“Sementara TMMD Imbangan, sumber anggarannya hanya dari pemerintah setempat, dan waktu pelaksanaannya bersamaan dengan TMMD Reguler,” imbuh Letkol Inf Roqich Hariadi.
Reporter: Rusman










