MEUREUDU- Ketua Demokrat Partai Pidie Jaya, Teuku Guntara SH, mengatakan wacana pemerintah kembali dipilih oleh DPRD adalah sebuah kemunduran demokrasi.
Katanya, pada era kepemimpinan SBY telah diperjuangkan agar hak rakyat memilih kepala daerah masing-masing.
‘Kita dari daerah tentunya menolak wacana tersebut. Penting menjaga hak rakyat dalam menentukan pilihan nya. Ya salah satu nya dengan tetap kokohnya demokrasi sebagai hak rakyat dalam menentukan atau memilih kepala daerahnya,” ujar Guntara.
“Maka kami siap menyuarakan aspirasi rakyat salah satu nya dengan tidak mengebiri hak rakyat dalam menentukan pilihan nya untuk memilih kepala daerahnya di wilayahnya masing-masing.”
“Mengembalikan kepala daerah dipilih oleh DPRD ini merupakan wacana mengebiri demokrasi. Dan tentunya bila ini terjadi pesta rakyat 5 tahun sekali untuk pemilukada daerah hanya tinggal kenangan yang selama ini sudah berlangsung dengan baik,” katanya.
Kata dia, dalam pesta demokrasi 5 tahun sekali juga pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat juga sangat baik.
“Jadi tidak ada salahnya juga kita menjaga stabilitas perekonomian masyarakat pada pesta demokrasi tersebut dengan tidak mengebiri hak rakyat. Banyak para pedagang atau pengusaha seperti percetakan dan lainnya ekonominya bagus di saat pesta demokrasi kepala daerah tiba. Dan begitu juga usaha usaha lainnya.”
“Jadi wacana mengembalikan pemilihan kepala daerah di pilih oleh DPRD itu sebuah kemunduran demokrasi,” ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, MPR dan Wantimpres mewacanakan pilkada dikembalikan ke DPRD. Wacana itu dibahas pada pertemuan Senin 10 Oktober 2022.
Usai pertemuan tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet menyebut saat ini perlu adanya kajian terkait demokrasi Indonesia sekarang.
“Wacana tersebut masih curah pendapat, perlu segera kita tolak dari sekarang guna wacana liar tersebut tidak berkembang terlalu jauh demi tegaknya demokrasi yang sudah digagas oleh Pak SBY. Sehingga demokrasi di indonesia bisa kita rasakan sampai saat ini. Sudah banyak kepala daerah yang terpilih lewat pemilihan langsung oleh rakyat yang juga berprestasi dalam membangun daerah,” katanya lagi.










