MOJOKERTO – Khusnul Khotimah, wanita paruh baya nekat membobol sebuah minimarket di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Lantaran perempuan berusia 35 tahun itu terlilit utang di rentenir.
Nahas, aksi pencurian yang dilakukannya itu terekam Closed Circuit Television (CCTV). Praktis, hanya dalam hitungan jam, polisi berhasil meringkus asal wanita asal Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto itu.
“Pelaku diamankan di rumahnya setelah kami melakukan pengamatan melalui rekaman CCTV dan informasi dari warga yang curiga dengan pelaku,” kata Kanit Resmob Polres Mojokerto Ipda Andre Rinaldo Azhar, Kamis (2/1/2019).
Dari hasil pemeriksaan, pelaku beraksi seorang diri. Pelaku masuk ke dalam minimarket dengan memanjat tembok bagian belakang. Kemudian, pelaku merusak atap minimarket yang terbuat dari galvalum sebelum menjebol plafon minimarket.
“Pelaku kemudian menggunakan seutas tali untuk turun ke bawah. Pelaku sempat merusak mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan kasir. Namun pelaku hanya bisa membawa rokok sambil uang tunai sebesar Rp27.000,” kata dia.
Andre menceritakan, sebelum melancarkan aksi pencurian, Khusnul terlebih dahulu mendatangi minimarket tersebut sehari sebelumnya. Dengan dalih membeli pembalut, ibu empat anak ini diam-diam melakukan pengamatan.
“Untuk barang bukti yang diamankan, yakni sebuah kubut yang tertinggal, kemudian 27 bungkus rokok, dua buah palu, serta empat buah obeng yang digunakan pelaku,” jelas Andre.
Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno mengungkapkan, kendati seorang perempuan, Khusnul memiliki treck record yang cukup mencengangkan di dunia kriminal. Dia tercatat sebagai resedivis dalam kasus yang sama.
“Pelaku merupakan residivis dengan kasus yang sama curat. Akibat perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP ayat 1 huruf ke 5 tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” kata Setyo.
Sementara itu, Khusnul mengungkapkan terpaksa membobol minimarket untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, dia juga mengaku terlilit hutang di rentenir. Lantaran gelap mata, dia lantas merencanakan aksi pencurian tersebut.
“Saya punya utang di rentenir. Setiap hari rentenir itu menagih terus. Saya punya utang kemudian saya bayar dengan uang hasil mencuri itu rencananya,” kata dia Khusnul.








