Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Pemkab Sebut 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda Darurat

redaksi by redaksi
30/05/2026
in Lintas Tengah
0
Pemkab Sebut 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda Darurat

Tim Satgas PRR Kemendagri bersama Pemkab Aceh Tengah saat meninjau SDN 10 Linge Kabupaten Aceh Tengah yang siswanya masih belajar di tenda darurat, di Aceh Tengah, Sabtu (30/5/2026). ANTARA/Try Vanny

Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan 12 sekolah di daerah itu masih melakukan proses belajar mengajar di tenda darurat pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah setempat akhir November 2025.

“Saat ini ada beberapa sekolah masih belajar di tenda darurat, yaitu sekitar 12 sekolah,” kata Plt Kadis Pendidikan Aceh Tengah, Salimsyah, di Aceh Tengah, Sabtu.

Ke-12 sekolah itu tersebar di Kecamatan Ketol, Bintang, dan Linge. Tetapi, kondisinya cukup bervariasi, ada yang tidak bisa dipakai sama sekali untuk proses belajar mengajar, serta lokasi sekolah awal yang terpisah oleh sungai.

Salimsyah menyampaikan, rata-rata sekolah di Aceh Tengah terdapat pembatas sungai yang melebar pascabencana, sehingga ada kekhawatiran dari anak-anak jika melintasi sungai. Keselamatan mereka tidak terjamin, sehingga terpaksa dibuat sekolah darurat sementara.

“Sehingga ada inisiatif pemerintah daerah membangun dua tempat, pertama sekolah asal, kedua ada tempat yang bisa dimanfaatkan di tenda. Ada beberapa titik seperti itu, Ketol, Bintang, dan Linge,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka pendek, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan ruang belajar darurat, sehingga tidak lagi di tenda sembari menunggu pembangunan sekolah permanen.

“Kita harapkan dalam waktu dekat bisa dihadirkan ruang belajar darurat, apakah di rumah atau sekolah berdekatan. Yang jelas ini terus kita usahakan secepat mungkin demi menghadirkan pendidikan yang nyaman untuk anak-anak kita,” katanya.

Terkait relokasi sekolah yang berada di titik rawan bencana, lanjut Salimsyah, sesuai arahan Kemendagri pihaknya terus berupaya menyiapkan persyaratan surat tanah yang selama ini masih menjadi kendala utama pengusulan pembangunan sekolah baru.

“Karena salah satu syaratnya itu surat tanah. Saat kita ke lapangan menyerap informasi dari kepala desa dan kepala sekolah, memang terkendalanya di situ,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Tim Satgas PRR Aceh Kemendagri Imran mengatakan bahwa pemerintah daerah sedang mengupayakan sekolah sementara terhadap anak-anak yang masih belajar di tenda darurat sembari menunggu penganggaran sekolah baru.

“Dalam waktu singkat pemerintah daerah bisa sementara menggunakan sekolah yang masih bisa digunakan dari pada belajar di tenda. Sambil menunggu dibangunnya sekolah permanen. Kita harap pemkab cepat bangun sekolah sementara,” demikian Imran.

Sumber: antara

Previous Post

Dua Mahasiswa Jadi Tersangka Pembakaran Fakultas Pertanian USK Aceh

Next Post

Dayah Irsyadul Abidin Qurban 100 Ekor Sapi

Next Post
Dayah Irsyadul Abidin Qurban 100 Ekor Sapi

Dayah Irsyadul Abidin Qurban 100 Ekor Sapi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

Cita-cita Anak Desa Jadi Bupati

08/06/2026
Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

Syeh Do: Rapai Uroh Miliki Harmoni Unik yang Tidak Dimiliki Kesenian Lain

08/06/2026
Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Dr. Safaruddin Minta Perumdam Tirta Abdya Fokus Tingkatkan Kualitas Pelayanan

08/06/2026
IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

IPELMASRA Banda Aceh Pertanyakan Transparansi IUP Baru di Nagan

08/06/2026
Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

Seniman Aceh Gandeng Tim LBH Banda Aceh, Bahas Penguatan Dasar Hukum Pemajuan Kebudayaan

08/06/2026

Terpopuler

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Nyan, Bupati Pidie Jaya Perintahkan Pendataan Anak Putus Sekolah, Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Putus Rantai Kemiskinan

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com