JAKARTA- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) akan meningkatkan alokasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) jadi Rp 3 triliun di Provinsi Aceh pada 2023 dari 2022 tercatat menyalurkan KUR sebesar Rp 2,79 triliun.
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi menyampaikan, hingga Desember 2022, penyaluran KUR naik Rp 1,19 triliun menjadi Rp 2,79 triliun. Penerima KUR pun bertambah dari 30.943 nasabah pada 2021 menjadi 39.872 nasabah pada 2022. “BSI berkomitmen membantu masyarakat Aceh dalam mendorong roda perekonomian khususnya sektor UMKM guna menaikkan taraf hidup, salah satunya lewat penyaluran KUR,” kata Hery dikutip Investor Dialy, Sabtu (11/2/2023).
Sebagai bank syariah terbesar, BSI berupaya memberikan solusi bagi masyarakat Aceh dengan menjadi sahabat finansial, spiritual, dan sosial. “BSI sekarang sudah menjadi bagian dari masyarakat Aceh. Bersama-sama kita harus bisa membawa Aceh keluar dari jerat kemiskinan dan memberikan angin segar bagi kemajuan provinsi ini,” tandas Hery.
Dari sisi kinerja, BSI Regional Aceh membukukan aset 18,32 triliun atau tumbuh 11,98% year on year (yoy) di akhir 2022. Pembiayaan naik 15,19% (yoy) menjadi Rp 16,94 triliun dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 16,10 triliun naik 10,45% (yoy).
Selain KUR, BSI berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional berupa penyaluran pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani Digital. Kali ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkesempatan langsung untuk meluncurkan penyaluran pupuk bersubsidi melalui Kartu Tani Digital dan KUR di Aceh Utara, Aceh, pada Jumat, 10 Februari 2023.
Dalam kesempatan itu, Presiden meluncurkan secara simbolis Kartu Tani Digital untuk penyaluran pupuk bersubsidi yang nantinya akan disalurkan kepada 439.109 petani penerima program dan KUR BSI senilai Rp 3 triliun di tahun 2023. Acara ini dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Mohamad Hasan, Kapolda Aceh Irjen Ahmad Haydar, jajaran direksi dan komisaris BSI, anggota DPR RI dapil Aceh, tokoh-tokoh ulama, dan sekitar 1.000 penerima KUR dan Kartu Tani Digital.









