LHOKSEUMAWE – Tabina Aceh melaksanakan kegiatan motivasi kepada korban penyalahgunaan Narkoba.
Acara ini dibuka langsung oleh pimpinan Yayasan Tabina Aceh, yaitu Teungku H Muhammad Nur M.Si.
Hadir dalam acara, 29 orang Korban Penyalahgunaan Narkoba (KPN), staf konselor, Peksos dan juga ibu Ners Rody sebagai Motivator Caracter dari Banda Aceh.
Menurut Teungku Muhammad Nur, program rehabilitasi narkoba di Yayasan Tabina Aceh, dilaksanakan minimal selama 4 bulan dan maksimal 6 bulan. Program ini mengkombinasikan ilmu pengetahuan tentang adiksi dengan keterampilan peningkatan kualitas hidup.
Kemudian, kata dia, ditambah dengan terapi individu yang melibatkan keluarga sebagai komitmen serta partisipasi sebagai dukungan dalam pemulihan yang menghasilkan perubahan hidup baik untuk si pecandu maupun keluarganya, seperti antara lain medis, spiritual, pendidikan, family konseling, olahraga dan rekreasi, konseling, family support group, family terapi, renungan malam, NA meeting, coping skill serta psiko edukasi.
“Dan terapi Religi lebih dominan dengan mengajak korban penyalahgunaan narkoba memperbaiki sholat nya, mengajarkan hafalan ayat Al-Qur’an beserta memahami sudut pandang agama terhadap Narkoba dan Zat Adiksi lainnya karena saat ini penyalahgunaan narkoba sudah sangat meresahkan karena sudah merambah ke semua sektor kehidupan masyarakat, baik yang berada di kelas bawah, menengah, maupun kalangan atas,” kata dia.
Tentunya ini terjadi seakan kita belum sepakat bahwa penyalahgunaan dan peredaran narkoba merupakan bahaya yang harus ditangani dengan serius dan melibatkan seluruh potensi yang ada, baik di pemerintah, kalangan masyarakat, LSM maupun pihak-pihak terkait lainnya dan ini tidak










