Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Tengah

Guru Hebat di Pedalaman Aceh Ini Bernama Sulastri

Admin1 by Admin1
10/01/2020
in Lintas Tengah, Sosok
0

BANDA ACEH  – Sulastri masih ingat betul perjuangan saat pertama mendirikan madrasah ibtidaiyah swasta (MIS) di Desa Kala Wih Ilang, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah. Dengan modal semangat, ibu dua anak ini bertekad mencerdaskan anak-anak di pedalaman Aceh.

Perempuan kelahiran Aceh Tengah, 14 Juli 1982, ini sebenarnya tidak punya pengalaman sebagai guru. Keinginannya mendirikan sekolah berawal ketika dia masih bekerja sebagai honorer di Kantor Urusan Agama (KUA) Pegasing.

Suatu ketika, dia melihat anak-anak di desa yang terletak 35 kilometer dari Takengon, ibu kota Aceh Tengah, itu menghabiskan waktu mereka dengan membantu orang tua di perkebunan. Hingga usia belasan tahun, anak-anak kebanyakan asal Sumatera Utara ini belum pernah mengenyam bangku sekolah.

Sulastri bersama pamannya, yang juga bertugas di KUA, berinisiatif membuka sekolah pada 2013. Bangunan sekolah dibuat dari papan berlantai tanah. Dia mengajak anak-anak di Kala Wih Ilang belajar.

“Sebelum 2013 belum ada sekolah di sini, padahal anak didik banyak, tapi belum ada sekolah. Bahkan anak umur 12 tahun tidak mengetahui apa-apa di sini, apalagi baca-tulis. Nilai mata uang saja mereka tidak tahu,” kata Sulastri mengawali ceritanya, Kamis (9/1/2020).

Tak lama setelah bangunan sekolah berdiri, paman Sulastri meninggal dunia. Sulastri pun harus melanjutkan amanah mengajar 13 siswa seorang diri. Perjuangan yang harus dilalui semakin berat.

Terlebih akses jalan ke sekolah masih berlumpur dan sulit dilalui kendaraan roda dua. Sulastri memilih berjalan kaki ke sekolah, dan sesekali diantar suaminya. Untuk membuat proses belajar-mengajar menjadi lancar, Sulastri mengutip iuran dari orang tua siswa seikhlasnya.

Uang yang terkumpul dia pakai untuk membeli alat tulis serta perlengkapan sekolah. Jika dana tidak mencukupi, Sulastri terpaksa merogoh kocek sendiri. Dia juga merekrut satu orang yang dipercaya untuk mengelola keuangan.

“Orang tua siswa waktu itu juga ikut nyumbang seadanya untuk gaji saya. Setelah saya bagi dengan bendahara, kadang sebulan dapat gaji Rp 50 ribu,” jelas Sulastri.

Setelah berselang tahun, jumlah murid yang bersekolah di MIS Wih Ilang semakin ramai. Hingga 2019 lalu, ada 40 siswa dari kelas 1-6 yang belajar di sana. Sulastri menjabat kepala sekolah meski masih berstatus honorer.

“Untuk gurunya, dari 2013 sampai 2016 itu ada empat guru, termasuk saya. Baru 2016 Kemenag Aceh Tengah mengirim tiga guru PNS,” ujar Sulatri.

Musim hujan menjadi kendala bagi para guru PNS untuk mengajar. Mereka kerap tidak dapat ke sekolah karena jalanan tidak dapat dilalui. Akibatnya, Sulastri lagi-lagi harus meng-handle tugas guru lain.

Sulastri berkisah jalanan di sana memang menjadi kendala besar dalam memajukan MIS Kala Wih Ilang. Bahkan Sulastri pernah dua kali keguguran ketika melewati jalanan tersebut.

Menurutnya, dalam proses mengajar, Sulastri terpaksa membawa seorang anaknya yang masih berusia 2 tahun. Kadang buah hati harus dia gendong sambil tetap bersemangat mencerdaskan anak-anak pedalaman.

Perjuangan Sulastri mulai berkurang ketika, pada 2017, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Aceh M Daud Pakeh berkunjung ke sana. Daud memberi sejumlah bantuan, yaitu membangun gedung sekolah, termasuk mengusulkan pengerasan jalanan untuk memudahkan akses ke sekolah.

“Sekarang saya juga sudah mendapatkan dana terpencil sebesar Rp 16 juta per tahun,” jelas Sulastri.

Kini sarana dan prasarana di sekolah sudah cukup bagus. Berkat kerja kerasnya, Sulastri diganjar penghargaan oleh Kementerian Agama pada akhir 2019.

Sulastri diundang ke Jakarta untuk menerima penghargaan sebagai kepala madrasah sekaligus guru inspiratif. Penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp 20 juta dan sertifikat dari Menteri Agama RI diserahkan oleh Direktur Pendidikan dan Agama Bappenas RI Amich Alhumami MA MEd PHd, dalam acara Ekpose Kompetensi dan Profesionalitas Guru Madrasah 2019, di Bell Swiss Hotel, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

“Saya sudah berniat mengajar anak-anak Kala Wih Ilang selama saya masih hidup. Mudah-mudahan ini jadi ladang amal ibadah saya nanti,” ungkapnya.

Sumber: detik.com

Previous Post

Kasus Reynhard Sinaga Asal Indonesia Guncang Ekonomi Manchester

Next Post

40 Kepala Madrasah Ikut Diklat Penguatan Kompetensi

Next Post

40 Kepala Madrasah Ikut Diklat Penguatan Kompetensi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DPD RI Aceh Dorong Gen-Z Perkuat Kompetensi Hadapi Tantangan Dunia Kerja

DPD RI Aceh Dorong Gen-Z Perkuat Kompetensi Hadapi Tantangan Dunia Kerja

23/09/2026
Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

23/09/2026
BWS Sumatera I Gerak Cepat Bersihkan Dampak Banjir di Aceh Tenggara

BWS Sumatera I Gerak Cepat Bersihkan Dampak Banjir di Aceh Tenggara

23/09/2026
Ohku, Barista Asal Aceh Ternyata Ditahan Imigrasi Arab Saudi

Ohku, Barista Asal Aceh Ternyata Ditahan Imigrasi Arab Saudi

23/09/2026
Illiza Serahkan Alat Tangkap Ikan untuk Nelayan Tradisional di Alue Naga

Illiza Serahkan Alat Tangkap Ikan untuk Nelayan Tradisional di Alue Naga

23/09/2026

Terpopuler

Akademisi Minta Waktu Penjaringan Dekan FK USK diperpanjang dan syaratnya Mudah

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

22/09/2026

Guru Hebat di Pedalaman Aceh Ini Bernama Sulastri

Idris Abdya Mantapkan Langkah Maju Sebagai Bakal Calon Anggota DPD RI Utusan Aceh Periode Akan Datang

Warga Asal Pidie Ditangkap Polisi Sumut dengan 480 Gram Sabu

Anggota DPRK Abdya Kasyful Wara Bantu Perlengkapan Olahraga untuk PGL VC

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com